Sumenep, blok-a.com – Warga Desa Sogian, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep, terpaksa harus mengelus dada. Pasalnya, bantuan yang bersumber dari BPRS Bhakti Sumekar senilai Rp1,5 juta per orang malah diduga diminta kembali oleh oknum aparatur desa.
Penyaluran bantuan itu berupa perlengkapan dapur itu dilakukan secara simbolis di Balai Desa Sogian. Penyalurannya dilakukan pada Selasa (20/5).
Menurut pengakuan salah satu warga setempat, inisial G mengatakan usai acara seremonial dan pihak bank meninggalkan lokasi, terduga oknum perangkat desa langsung mendatangi penerima manfaat agar bantuan tersebut diserahkan kembali. Bukan diam-diam, tapi dilakukan secara terang-terangan di depan umum.
G, salah satu penerima bantuan, tampak masih kebingungan saat menceritakan ulang kejadian itu kepada media Blok-a.com. Ia tidak menyangka, bantuan yang ia harap bisa membantu ekonomi keluarganya, justru raib begitu saja.
“Saya dapat bantuan, Mas. Tapi kok diminta lagi ya? Itu pertanyaan yang muncul di benak saya,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Ia menambahkan, proses pengambilalihan bantuan itu terjadi begitu cepat, tanpa penjelasan, dan dilakukan langsung di lokasi.
“Jadi saat penyerahan bantuan itu semua berjalan lancar, namun tiba-tiba uang bantuan itu diminta oleh oknum aparat desa di tempat. Di situ juga, nggak sempat dibawa pulang,” katanya lirih.
Cerita serupa datang dari A, warga lain yang juga termasuk penerima bantuan. Berbeda dari G yang masih mencoba menahan kecewa, A bicara dengan nada tinggi, seolah ingin menunjukkan kemarahannya.
“Iya, Mas. Bantuan itu langsung diminta oleh oknum perangkat desa setelah serah terima. Nggak masuk akal!” serunya.
Menurut A, ia bukan satu-satunya korban. Ia menyaksikan sekitar 80 orang lainnya mengalami hal yang sama. Semua diminta menyerahkan kembali bantuan sesaat setelah diterima.
“Semuanya diminta langsung di Balai Desa. Terang-terangan. Nggak ada yang berani nolak. Kami cuma bisa diam. Takut,” tegasnya.
Selama ini, program bantuan dari BPRS Bhakti Sumekar dikenal menyasar UMKM dan rumah tangga kecil sebagai upaya pemberdayaan ekonomi. Namun insiden di Desa Sogian justru mengundang kecurigaan: apakah bantuan ini benar-benar menyentuh rakyat atau hanya jadi simbolis belaka?
Sementara itu, terpisah, Direktur Utama (Dirut) Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, saat dikonfirmasi menyampaikan akan melakukan kroscek terlebih dahulu. “Karena banyak proposal saya cek dulu Mas,” ujarnya.
Di sisi lain, hingga berita ini dimuat, pihak Kepala Desa Sogian, Kecamatan Ambunten, belum memberikan tanggapan atas dugaan penarikan bantuan oleh oknum aparatur desa tersebut. (ram/bob)









