Mojokerto, blok-a.com – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Timur menggelar Rapat Koordinasi dan Gathering Unit Pengumpul Zakat (UPZ) tahun 2025 di Hotel Vanda Gardenia, Senin–Selasa (22–23/12/2025).
Kegiatan ini menjadi momentum penguatan sinergi antara BAZNAS Jatim dan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dalam optimalisasi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari aparatur sipil negara (ASN).
Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dr. Suhartono, M.Pd., mengapresiasi penuh pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurutnya, keterlibatan Dinas Pendidikan dalam program BAZNAS merupakan langkah awal yang strategis, mengingat terdapat 24 cabang dinas pendidikan di seluruh Jawa Timur yang berpotensi terlibat secara utuh.
“Ini adalah awal yang baik. Kami di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur memiliki 24 cabang dinas yang ke depan dapat terlibat secara penuh. Manfaatnya sudah kami rasakan, salah satunya saat peringatan Hari Guru kemarin, di mana BAZNAS hadir memberikan bantuan kepada guru-guru yang membutuhkan,” ujarnya.
Ia menegaskan, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur siap mendukung penuh program BAZNAS dengan melibatkan seluruh tenaga pendidik dan kependidikan, khususnya di masing-masing cabang dinas. Menurutnya, sinergi ini menjadi bagian dari upaya keberlanjutan amal yang tidak terputus.
“Kami sangat mengapresiasi BAZNAS yang selalu berada di garis depan membantu masyarakat. Ini momentum yang harus dimanfaatkan bersama, karena salah satu amal yang tidak terputus adalah zakat dan infak karena Allah SWT,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Prof. Dr. K.H. Ali Maschan Moesa, M.Si., menyampaikan bahwa secara kelembagaan, BAZNAS merupakan lembaga resmi pemerintah yang pelaksanaan zakatnya didukung oleh regulasi nasional. Ia menyebut, berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2014, seluruh ASN diarahkan untuk menyalurkan zakat melalui BAZNAS.
“Hampir semua organisasi perangkat daerah (OPD) di Jawa Timur sudah optimal, dan Dinas Pendidikan ini menjadi yang terakhir bergabung secara penuh. Alhamdulillah sekarang sudah mulai menyusul,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa zakat yang disalurkan melalui BAZNAS bersifat transparan dan dapat dipantau publik. Bahkan, BAZNAS Jawa Timur dinilai sebagai lembaga zakat paling transparan di Indonesia.
“Kami membuka data masuk dan keluar secara transparan. Orang kecil pun harus tahu ke mana zakat itu disalurkan. Ini bagian dari akuntabilitas kami,” tegasnya.
Prof. Ali Maschan juga memaparkan berbagai program sosial BAZNAS Jatim, mulai dari bantuan rutin bagi warga sebatang kara hingga program pembiayaan tanpa bunga bagi pedagang kecil agar terhindar dari jeratan rentenir. Program tersebut merupakan bagian dari kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menekan angka kemiskinan dan stunting.
“Pedagang kecil kami bantu modal Rp1 juta sampai Rp3 juta tanpa bunga. Program ini sudah diuji coba di Banyuwangi, Tulungagung, dan Ngawi. Dampaknya signifikan dan bisa dikonfirmasi ke Bappeda,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, BAZNAS Jatim berharap sinergi dengan Dinas Pendidikan semakin kuat sehingga potensi zakat dari sektor pendidikan dapat dimaksimalkan untuk kesejahteraan masyarakat Jawa Timur.(sya/lio)



