Kota Malang, blok-A.com – Pasar Splendid, merupakan pusat perdagangan hewan seperti burung, ikan, kelinci, dan lain lain yang terkenal sekali di Kota Malang, Rabu (21/09/2022).
Keberadaan pasar tersebut, tidak terlepas dari Hotel Splendid di era Belanda, dan saat ini berubah nama menjadi Wisma Tumapel. Karena penasaran, blok-A.com menghubungi salah satu Pengamat Budaya, Agung Buana untuk menjelaskan terbentuknya Pasar Splendid. Lantas, bagaimana sejarah terbentuknya Pasar Splendid?
Eksistensi Hotel Splendid Bagi Kaum Menengah Keatas
Dibangun tahun 1923, Hotel Splendid memang hanya diperuntukkan oleh orang Belanda saja. Mereka dipandang memiliki pendapatan yang lebih tinggi, dari kaum biasa.
Hotel Splendid sering dijadikan tempat peristirahatan orang Belanda, meeting, ataupun hanya menikmati keindahan Kota Malang dari atas, melihat keindahan Sungai Brantas.
Dikepalai oleh Smith Cooper, sang biro arsitek atas permintaan dari pemilik hotel sendiri, CC Mulie. Saat itu , Hotel Splendid juga membuat para asosiasi kopi, gula, tembakau, kumpul menjadi satu di hotel tersebut.
Persitiwa penting yang ada di Hotel Splendid, pada tahun 1947 digunakan untuk tempat peristirahatan para delegasi BPKNIP tanggal 25 Februari – 03 Maret 1947. Delegasi itu ingin menghadiri suatu rapat di gedung Concordia yang sekarang menjadi Gedung Sarinah.
Tidak hanya itu, saat agresi militer pertama, Hotel Splendid pernah dibakar oleh gerilyawan rakyat kota, untuk dibumi hanguskan selama 3-4 hari.
Dari Lahan Terbuka Hijau, Hingga Pasar Hewan
Di era 40 an, Sungai Brantas mengalir di sekitaran area Splendid, yang dulunya merupakan kawasan lahan terbuka hijau. Pengamat Budaya Sekaligus Mantan Sekretaris TACB Kota Malang 2016-2020, Agung Buana menuturkan bahwa kawasan tersebut memanjang hingga Jalan Majapahit.
“Dulunya kawasan lahan terbuka hijau. Kalau di peta, itu memanjang dari Taman Rekreasi Senaputra, menuju Jembatan Kahuripan ,hibgga Jalan Majapahit,” tuturnya.
Agung menjelaskn bahwa di era 40-an, banyak sekali burung yang hingga, karena rerimbunan pohon yang rindang.
“Tahun 40-an, banyak burung hinggap disana dan dinikmati orang-orang. Tak lama, banyak yang berjualan burung disana, namun belum permanen,” ucap Agung.
Karena satu dan lain hal, Pemerintah Kota Praja Malang memindahkan kawasan pasar non permanen tersebut, ke daerah comboran atau sawahan. Hal itu membuat pasar hewan kian ramai. Hingga pada akhirnya, ada pembangunan Terminal Bus Sawahan.
“Setelah di pindah daerah Sawahan, tahun 50 – 60 an pindah lagi ke kawasan Pasar Splendid yang awal, karena ada pembangunan terminal bus Sawahan. Tahun 60-70 an, semakin beragam hewannya. Dari burung hingga ikan, ada disana,” tuturnya.
Pasar Splendid kian ramai setelah hadirnya pedagang bunga yang ada di area kawasan Splendid. Sampai saat ini, Pasar Splendid dikenal dengan pusat perdagangan jual beli hewan disana.
(rco/bob)










Balas
Lihat komentar