Sumenep, blok-a.com – Meski terbilang Pasar Kecamatan terbesar se-Kabupaten Sumenep, namun wajah Pasar Lenteng ini tak terlepas dengan kesan wajah pasar yang kumuh. Padahal pemerintah sudah berupaya menyulap Pasar Tradisional itu dengan wajah Pasar Modern.
Hampir semua bangunan pasar yang lama dirobohkan dan dibangun ulang dengan desain yang cukup mengesankan. Lapak dan los pedagang sepatu, sandal dan pakaian dipusatkan dalam satu bangunan.
Lalu dibangun juga gedung pasar berlantai dua. Pembangunan Pasar tradisional ini menghabiskan miliaran rupiah. Sayangnya wajah pasar masih saja terkesan kotor dan kumuh.
Untuk itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) Sumenep Chainur Rasyid sampai turun kebawah (Turba) untuk menata pasar yang dari segi bangunan sudah bagus hanya penataan pedagang yang masih belum rapi.
Dari aspek pembangunan, sudah cukup tertata dan representatif. Pedagang pakaian ada stan sendiri yakni dikumpulkan di satu lokasi stan, pasar rempah-rempah atau sayuran dan ikan juga di satu stan, pasar hewan sapi dan kambing juga di satu stan dan pasar hewan ternak dan unggas juga di satu stan lokasi.
“Kenapa masih terkesan kumuh dan semrawut? Sebab yang belum ditata terkait lokasi stan hewan ternak dan unggas. Semula ada di pintu masuk pasar bagian selatan dekat Polsek Lenteng. Sehingga pedagang ini meluber ke luar pasar. Akibatnya terjadi kemacetan,” beber Inung biasa dipanggil.
Kata Inung, kedatangan Penanggung Jawab (Penjab) Pasar Lenteng yang baru Ibnu ini, sedikit demi sedikit mulai ditata. “Sebelumnya pedagang sayur dan ikan berbaur dengan pedagang sapi dan kambing. Sehingga ketika tiba waktu pasar sapi, stan pedagang sayuran dan ikan harus bubar. Nah, sekarang sudah terpisah atau sudah direlokasi,” ujarnya.
“Ini semua bagian inovasi yang dilakukan oleh Penjab Pasar baru. Kami dari Diskop UKM Perindag mengapresiasi terhadap keinginan untuk melakukan penataan Pasar Lenteng. Sehingga pasar itu menjadi pusat pasar tradisional yang bersih, rapi dan nyaman,” kata Inung lagi.
Dijelaskan, pasar tradisional ini menjadi pusat keramaian dan pusat transaksi perdagangan masyarakat. Sehingga pihaknya mencoba memaksimalkan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat, para pedagang. Inilah yang akan dilakukan. Ke depan kondisi ini berubah seperti yang diharapkan semua pihak. (Aldo/Gim)




