Kota Malang, blok-A.com – Tanpa orasi, ratusan Aremania tunjukan aksi cinta damai dengan menyanyikan lagu Bagimu Negeri, Kamis (20/10/2022).
Karya Kusbini pada tahun 1942 tersebut, dikumandangkan di depan Kantor DPRD Kota Malang, sebagai bentuk solidaritas Aremania atas tragedi kelam Kanjuruhan.
Ratusan Aremania tersebut, bersama-sama mengenakan baju berwarna hitam, sebagai simbol gugurnya 133 Aremania, dalam laga Persebaya Vs Arema FC di Stadion Kanjuruhan pada 01 Oktober 2022.
Sekitar pukul 09.00 WIB, mereka berkumpul di depan Stadion Gajayana untuk bersiap-siap. Mereka membentuk barisan, dengan bermodal poster, juga spanduk bertuliskan pembelaan untuk ratusan korban Kanjuruhan.
Pukul 10.00 WIB, mereka berjalan menuju Kantor DPRD Kota Malang sebagai titik pusatnya. Selama perjalanan, para Aremania mengisyaratkan untuk tetap tenang dan tidak bernyanyi-nyanyi di jalanan. Satu hal unik yang ditemukan oleh blok-A.com, ialah keranda mayat yang bertuliskan “Mati Hati Nurani” sebagai properti dari aksi turun jalan tersebut.
Setelah kumpul di titik pusat, beberapa dari mereka hanya duduk di pinggiran pedestrian Tugu Kota Malang. Sekitar 20 menit berselang, tanpa adanya orasi, mereka hanya menyanyikan lagu ciptaan Kusbini saja.
“Padamu negeri kami berjanji
Padamu negeri kami berbakti
Padamu negeri kami mengabdi
Bagimu negeri jiwa raga kami,” seru ratusan Aremania bernyanyi.
Setelah menyanyikan lagu tersebut, ratusan Aremania bubar dengan tertib dari Kantor DPRD Kota Malang, sekitar pukul 11.15 WIB.
Sejarah Lagu Bagimu Negeri, Karya Kusbini
Lahirnya lagu Bagimu Negeri, tidak terlepas dari peristiwa Sumpah Pemuda 1928. Lagu nasional Bagimu Negeri tersebut, ternyata mengandung makna patriotisme dan nasionalisme. Dalam patriotisme, terdapat unsur rela berkorban, mengorbarkan semangat, hingga pantang menyerah. Sedangkan nasionalisme berarti sifat cinta, bangga tanah air, dan mengutamakan rasa persatuan dan kesatuan.
Lagu Bagimu Negeri tercipta pada tahun 1942 saat Kusbini bertemu dengan Bung Karno (Ir. Soekarno) yang menanyakan ide untuk menciptakan sebuah lagu untuk membangkitkan semangat juang.
Pada masa itu Kusbini sudah bekerja sama dengan beberapa komponis lainnya, seperti Ismail Marzuki, Cornel Simanjuntak, Sanusi Pane, dan seniman lainnya, sehingga terciptalah lagu Bagimu Negeri.
Kusbini yang memiliki nama lengkap Raden Kusbini lahir di Desa Kemlagi, Mojokerto, Jawa Timur pada tanggal 1 Januari 1910. Ia berprofesi sebagai musisi dan pencipta lagu.
Selain lagu nasional Bagimu Negeri, Kusbini juga menciptkan beberapa lagu seperti Cinta Tanah Air, Merdeka, Pembangunan, Salam Merdeka, dan lain-lain. Dalam dunia kesenian, Kusbini tidak perlu diragukan lagi. Pasalnya, ia merupakan pemusik sekaligus penyanyi perusahaan piringan hitam Hoo Soen Hoo 1935-1939. Selain itu ia juga pernah bermain film di Jantung Hati dan Air Mata Ibu 1941. Terakhir, Kusbini pernah bekerja di Radio Militer Hooso Kanri Kyoku dan Pusat Kebudayaan Jepang di bidang musik. (rco)




