KOTA BATU – Menindaklanjuti adanya kabar seorang santri di Al-Izzah Internasional Islamic Boarding School pernah terkonfirm Positif Covid-19. Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko memerintahkan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan untuk melakukan pelacakan.
Bahkan sedari awal Pemkot Batu telah mengingatkan agar semua lembaga pelayanan publik menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Hal ini dilakukan agar potensi penularan Covid-19 dapat ditekan.
“Sudah saya perintahkan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan untuk pelacakan atau tracing. Bahkan sejak awal kami sudah imbau agar disiplin SOP. Namun Dinas Pendidikan mengatakan SOP sudah dijalankan dengan baik disana,” kata Dewanti, Selasa (1/9).
Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Eny Rachyuningsih menjelaskan berdasarkan laporan yang diterima memang ada seorang santri kelas 9 yang sempat terkonfirm Positif Covid-19. Namun saat ini santri tersebut telah sembuh.
Kronologis santri asal Surabaya tersebut kembali ke pesantren dengan membawa hasil test cepat atau rapid test pada akhir bulan Juli. Hasilnya non reaktif. Santri juga menjalani karantina selama 14 hari.
“Dia bawa hasil rapid test-nya sebelum masuk pesantren. Kemudian dilakukan isolasi mandiri sebelum masuk pesantren. Setelah isolasi 14 hari ini di rapid test lagi tapi hasilnya non reaktif lagi,” jelas Eny.
Pada tanggal 11 Agustus 2020, santri tersebut kembali masuk pondok, namun empat hari kemudian jatuh sakit. Bahkan tenaga pengajar Al-Izzah sempat menanyakan terkait sakit yang dialami, namun santri hanya bilang karena alergi.
“Tanggal 22 Agustus itu ada orang tuanya datang ke sekolah dan memaksa anaknya untuk pulang. Kemudian sekolah mengizinkan dan akhirnya dibawa pulang ke Surabaya. Saat itu kondisi santri pilek dan beringus,” tambahnya.
Setelah tiba di Surabaya, santri Al-Izzah tersebut langsung di bawa ke rumah sakit. Disana ia menjalani tes swab dan hasilnya positif Covid-19. Namun pada tes swab kedua hasilnya negatif.
“Sudah dilakukan rapid test di anak yang satu angkatan dengan santri tersebut, dan hasilnya non reaktif. A-Izzah juga akan melaporkan semua secara tertulis ke gugus tugas, dan akan kami klarifikasi kembali,” terang Eny.
Sementara Humas Al-Izzah, Mahfud saat dikonfirmasi masih belum bisa memberikan keterangan apapun. Pihaknya berjanji akan segera melakukan klarifikasi terkait hal tersebut.
“Nanti dulu ya, jangan sekarang. Kami belum bisa memberikan stanment apapun,” kata Mahfud.




