Kota Malang, blok-a.com – Aksi solidaritas untuk Affan Kurniawan di depan Polresta Malang Kota pada Jumat (29/8/2025) malam berlangsung ricuh dan terus berlanjut hingga tengah malam.
Massa yang tiba di lokasi sejak pukul 18.36 WIB awalnya membakar water barrier serta merusak dan membakar baliho bergambar Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Nanang Haryono dan Wakapolresta AKBP Oskar Syamsuddin.
Kericuhan memuncak pada pukul 21.46 WIB saat massa membakar barrier tambahan serta melempar batu dan petasan ke arah gedung Polresta.
Situasi semakin tidak terkendali meski belasan personel TNI berjaga di depan pintu masuk Polresta.

Sekitar pukul 22.00, pasukan Brimob datang ke lokasi. Satu jam berselang, aparat mulai menembakkan gas air mata untuk memukul mundur massa.
Aksi saling lempar dan bentrok sempat terjadi ketika sebagian massa terpancing provokasi.
Hingga pukul 00.00, massa masih bertahan di sekitar Polresta Malang Kota. Aparat kepolisian terus melakukan upaya pengendalian situasi.
Pantauan di lapangan, jalanan di depan Mapolresta masih dipadati massa hingga kawasan PLN Kayutangan.
Laporan wartawan blok-a.com, para awak media mulai mundur dari area kerusuhan, beberapa masih terjebak di sekitar pertokoan lantaran padatnya massa.
Sebelum kericuhan kembali pecah, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Nanang Haryono bersama Pangdivif 2 Kostrad Mayjen TNI Susilo sempat menemui massa.
Nanang menyampaikan permintaan maaf dan memastikan anggota Brimob yang terlibat dalam insiden tewasnya Affan Kurniawan telah ditahan dan dalam tahap pemeriksaan.
“Teman-teman yang ada di sini sudah menyampaikan tuntutan dan saya selaku Kapolresta Malang Kota, kami meminta maaf yang serendah-rendahnya hati kami. Kami memohon maaf kepada rekan-rekan dengan apa yang terjadi di Jakarta. Oknum-oknum (pelaku) itu sekarang sudah melaksanakan pemeriksaan dan sampai dengan malam ini sudah ditahan,” jelas Nanang.
Nanang turut mengirimkan doa bagi almarhum. “Sekali lagi rekan-rekan, dengan seluruh anggota Polresta Malang Kota memohon maaf atas kejadian yang menimpa saudara kita almarhum Affan Kurniawan. Semoga beliau diberikan tempat terindah oleh Allah SWT,” ucapnya.
Perwakilan massa, Rudi, menyatakan bahwa tuntutan mereka sudah diterima aparat. Namun, ia menegaskan perjuangan akan terus berlanjut hingga pelaku dihukum berat.
“Perjuangan tidak hanya hari ini saja. Besok-besok sampai pelaku dihukum seberat-beratnya, itu perjuangan kami,” pungkasnya. (yog/lio)




