Kota Malang, blok-a.com – Pasar Besar Malang rencananya akan direvitalisasi skala besar demi menambah kenyamanan pengunjjung dan pedagang. Dengan bertambahnya kenyamanan tersebut, diharapkan dapat menambah jumlah transaksi yang berlangsung di sana dan akhirnya menggenjot ekonomi masyarakat Kota Malang pada umumnya.
Untuk itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berencana untuk mengunjungi Kantor Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pekan depan. Kunjungan ini bertujuan untuk membahas kelanjutan proses revitalisasi Pasar Besar Malang, yang mengalami kebakaran pada tahun 2016 dan masih dirasakan dampak kerusakannya hingga saat ini.
Terkait hal ini, Pj Walikota Malang Wahyu Hidayat menyatakan bahwa Pemkot Malang telah menyampaikan hasil Feasibility Study (FS) atau studi kelayakan kepada Kementerian PUPR mengenai kondisi Pasar Besar. “Nanti Kementerian PUPR akan menilai hasil FS-nya. Dampak dari kebakaran yang terjadi beberapa tahun lalu, nanti PUPR memutuskan (kebijakan) seperti apa,” ujarnya pada hari Senin (8/1/2024).
Keputusan yang diharapkan berkaitan dengan penilaian Kementerian PUPR terhadap hasil FS yang telah diserahkan oleh Pemkot Malang. Dari analisis PUPR, akan diambil kebijakan apakah Pasar Besar Malang itu akan direvitalisasi atau direnovasi total.
Rencananya, seluruh biaya pembangunan Pasar Besar Malang akan ditanggung oleh APBN. Namun, Wahyu juga menambahkan bahwa sumber pendanaan cadangan untuk pembangunan Pasar Besar dapat berasal dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim).
“Pemkot telah mengusulkan opsi antara pembangunan ulang atau rehabilitasi. Kami juga mempertimbangkan kondisi keuangan di APBN. Dengan keterbatasan anggaran, tidak mungkin dari APBD. Kami juga telah mengajukan usulan kepada Pemprov Jatim,” ujarnya.
Sementara itu, Eko Sri Yuliadi, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, menambahkan bahwa pedagang dan pengunjung telah lama mengeluhkan sejumlah kerusakan di Pasar Besar terkait kondisi atap, talang air, dan sistem drainase.
Oleh karena itu, pada tahun 2024 ini untuk awalan proyek skala besar ini perbaikan akan diutamakan pada tiga hal tersebut, terutama drainase. “Perbaikan yang dibutuhkan, terutama terkait dengan drainase,” katanya. (mg3/bob)









