Rekonstruksi Pembunuhan Ibu Muda di Gresik Diserbu Warga, Keluarga Tuntut Hukum Mati Pelaku

Rekonstruksi kasus perampokan disertai pembunuhan sadis di Desa Imaan, Kecamatan Dukun, Gresik, Senin (7/7/2025). (Istimewa)
Rekonstruksi kasus perampokan disertai pembunuhan sadis di Desa Imaan, Kecamatan Dukun, Gresik, Senin (7/7/2025). (Istimewa)

Gresik, blok-a.com – Rekonstruksi kasus perampokan disertai pembunuhan sadis yang menimpa seorang ibu muda di Desa Imaan, Kecamatan Dukun, Gresik, Senin (7/7/2025) berubah jadi tontonan warga. Ratusan orang, mulai dari anak-anak, ibu-ibu, hingga orang tua, tumplek blek memadati lokasi.

Pantauan di lapangan, warga tak hanya memenuhi jalan di sekitar rumah korban, Wardatun Toyibah. Beberapa di antaranya bahkan rela naik ke gapura desa hingga loteng tetangga demi bisa melihat jalannya rekonstruksi secara langsung.

Suasana semakin riuh saat para tersangka keluar dari mobil tahanan. Teriakan warga memecah udara, sebagian besar meluapkan kemarahan mereka kepada para pelaku. “Huuu” teriak warga menggema.

Rekonstruksi kasus perampokan disertai pembunuhan sadis di Desa Imaan, Kecamatan Dukun, Gresik, Senin (7/7/2025). (Istimewa)

Keluarga korban yang menyaksikan jalanya rekonstruksi tak kuasa menahan tangis. Salah satunya Ulfa, Bibi korban.

Dia bersyukur polisi berhasil membekuk tersangka utama, Ahmad Midhol. Baginya, hanya hukuman setimpal yang bisa mengobati luka keluarga.

“Utang beras ya bayar beras, utang nyawa ya bayar nyawa. Kami berharap hukumannya mati,” ucap Ulfa sambil menyeka air mata penuh emosi.

Dalam rekonstruksi itu, Satreskrim Polres Gresik menghadirkan dua pelaku, Ahmad Midhol dan Asrofin. Polisi menggelar adegan di dua lokasi, yaitu di rumah Midhol dan rumah korban Wardatun Toyibah.

Kasat Reskrim Polres Gresik, AKP Abid Uais Al-Qarni Aziz menyatakan, selama jalannya rekonstruksi warga masih memadati lokasi.(ivn/lio)

Exit mobile version