KOTA BATU – Eco Green Park merawat beragam jenis burung yang memiliki bulu eksotik dan unik di spesiesnya. Salah satu burung yang jadi favorit pengunjung adalah si white stork alias bangau putih.
White stork merupakan salah satu burung besar dari genus Ciconia. Burung ini memiliki warna putih dominan dengan warna hitam sebagai warna sekunder. Saat dewasa, white stork dapat memiliki panjang 115 cm dan sayap selebar 2 meter dengan bobot 2,3 – 4,4 kilogram.
White stork merupakan burung monogami. Burung ini memiliki populasi sebesar 700 ribu ekor di seluruh dunia.
Populasi tersebar dari Asia barat, Afrika, dan Eropa. Populasi burung ini di benua Eropa diperkirakan mencapai 224 ribu sampai 247 ribu ekor. Keseluruhan populasi cenderung meningkat walau di beberapa tempat mengalami sedikit penurunan atau cenderung stabil.
Bulunya berwarna putih, dengan warna hitam di sayap dan bahunya. Paruh dan kaki burung ini berwarna merah. Saat masih muda, mereka memiliki paruh dan kaki berwarna abu-abu kemerahan.
Populasi di beberapa negara, seperti Denmark untuk burung ini sudah punah. Sementara di negara lain seperti Hungaria populasi burung ini cukup stagnan.
Populasi di Jerman, Prancis, Belanda, Spanyol, dan Portugal meningkat sedikit. Populasi burung terbanyak berada di Polandia. Di Finlandia, white stork pertama kali berkembangbiak tahun 2015.
Burung white stork di Eropa tengah kembali ke sarang yang dibuat pada tahun sebelumnya ketika akhir Februari hingga pertengahan April. Waktu musim kawin berlangsung dari April hingga September.
Waktu perkembangan biak berlangsung selama 33-34 hari. Umumnya burung bangau putih ini menelurkan 3 hingga 5 telur dalam sekali musim kawin.
Burung jantan dan betina bergantian dalam menjaga telur. Bulan pertama ketika telur burung ini menetas, anak burung ini akan dirawat secara konsisten oleh induknya.
Bayi burung white stork akan belajar terbang selama 2 bulan. Setelah 2 bulan, burung akan menjadi independen dan meraih kematangan seksual ketika berumur 3-5 tahun.
Burung ini merupakan burung karnivora. Biasanya burung ini memakan beberapa mamalia kecil, serangga besar, hewan amfibi, ular, kadal, cacing tanah, ikan, telur burung lainnya, moluska, dan krustasea.
Anda bisa menemukan burung ini di area Walking Bird Eco Green Park. Selain White Stork, Anda juga bisa melihat beragam jenis burung lainnya, mulai dari burung emu, burung dwarf kasoari, dan masih banyak lagi. Yuk buruan ke Eco Green Park!



