Banyuwangi blok-a.com – Puluhan massa warga desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru menggelar aksi demonstrasi menuntut PTPN XII bertanggung jawab atas tragedi banjir bandang Kalibaru, Senin (21/11/2022)
Aksi massa digelar di perbatasan Kebun PTPN XII dusun Krajan, Desa Kalibaru Wetan tersebut menuntut agar PTPN XII bertanggung jawab tragedi banjir bandang yang menyebabkan 35 rumah hanyut, puluhan rumah rusak sedang, dan rusak ringan akibat alih fungsi komoditi yang menyebabkan terjadinya banjir bandang Kalibaru.

Tokoh muda Desa Kalibaru, Mohammad Taufan dalam orasinya menegaskan warga desa Kalibaru Wetan meminta kepada PTPN XII mengembalikan alih fungsi kebun ke fungsi semula.
“Akibat alih fungsi tanaman keras ke tanaman tebu menjadi penyebab terjadinya banjir, maka dari itu kami meminta tanaman tebu yang ada di hulu dikembalikan lagi ke komoditas tanaman semula. Dan mempercepat relokasi lahan untuk warga yang terdampak,” kata Ivan sapaan akrab Mohammad Taufan.
Akibat banjir bandang itu kata Ivan warga yang terdampak hingga saat ini masih trauma. Apalagi, hingga saat ini belum dilakukan realisasi dari pemerintah dalam menangani persoalan banjir Kalibaru.
“Jika hujan lebat datang, kami warga Kalibaru sangat trauma. Apalagi, hingga saat ini pemerintah atau pihak terkait belum melakukan tindakan penanggulangan,” tegasnya.
Puluhan massa warga desa Kalibaru Wetan yang di Koordinatori Mohammad Taufan tersebut, berharap aspirasi yang disuarakan ini didengar oleh penguasa, agar masyarakat cepat mendapat jaminan keselamatan.
“Jika aspirasi ini tidak didengarkan dan ditindaklanjuti, kami akan menggelar aksi demonstrasi lagi, dengan membawa massa yang lebih besar lagi,” ancamnya.
Sementara, Koordinator Kebun Wilayah Kabupaten Banyuwangi, Sanuri mengatakan PTPN XII tidak memiliki kapasitas memberikan keputusan untuk melakukan relokasi, keputusan itu ada di pemegang saham.
“Untuk warga yang terdampak banjir saya minta bersabar dulu, dan mendukung proses yang sedang berjalan,” kata Sanuri.
Sanuri mengungkapkan, relokasi di lahan PTPN XII masih menunggu proses administrasi. Proses administrasi ini dilakukan saat Gubernur Jatim, Khofifah Indaparawansa meninjau langsung di lokasi banjir ini.
“Saat ini masih dalam proses, saya mohon bersabar dulu. Dan tragedi banjir ini karena musibah, saya mohon bersabar dulu,” ujar Sanuri.
Aksi massa warga desa Kalibaru Wetan mendapat pengamanan dari Polresta Banyuwangi dan TNI. Aksi demonstrasi berjalan cukup kondusif, aman, dan damai. (Git)




