Pulang Kampung, TCATT Luncurkan Album Berbahasa Indonesia ‘Jalan Pulang’

Tcatt
TCATT - Foto: Istimewa

BLOK-A – Band beraliran Celtic/Irish Folk Punk Indonesia, The Cloves and The Tobacco (TCATT) seperti menemukan warna baru dalam berkarya di tengah pandemi Covid-19.

Hal itu terbukti dari album EP teranyarnya ‘Jalan Pulang’. Di album tersebut, The Cloves and The Tobacco untuk pertama kalinya menggunakan lirik lagu berbahasa Indonesia. Tidak lagi menggunakan Bahasa Inggris seperti dua album sebelumnya, yakni The Day With No Sun (2012) atau Across The Horizon (2016).

Lead Vocals sekaligus Akustik Gitaris TCATT, Adit Tongseng mengatakan, TCATT sengaja mengambil Bahasa Indonesia di album teranyarnya.

Pandemi Covid-19 lah yang memaksanya untuk pulang kampung di Yogyakarta. Melakukan isolasi mandiri sekaligus beruntungnya menemukan nilai-nilai budaya yang menarik untuk diulas dalam bentuk lagu.

“Iya selama pandemi ini kita pulang di rumah saja tidak tour. Dan selama itu, kami secara karya juga pulang dan menemukan warna baru. Tidak lagi menggunakan Bahasa Inggris tapi kini kami menggunakan Bahasa Indonesia full,” kata ia.

Tidak hanya lirik lagu saja yang menggunakan Bahasa Indonesia, Adit menjelaskan, isi lima lagu di album EP ‘Jalan Pulang’ juga berisikan tentang bagaimana perjalanan seseorang pulang ke kampung halaman setelah melalang buana ke berbagai daerah.

“Jadi EP ini terdapat lima lagu. Dan semuanya memang bercerita terkait bagaimana kita kembali pulang. Pulang kampung setelah berkelana,” ujar ia.

Seperti salah satu lagu di album EP tersebut, yaitu ‘Denting Gelas di Akhir Pekan’. Di lirik tersebut bercerita bagaimana seseorang menemukan ketenangan di akhir pekan menuju rumah.

“Dan kalau liriknya itu menceritakan tentang setelah bekerja mungkin selama beberapa hari dan menemukan tenangnya suasana ketika pulang. Membebaskan beban dan bersantai,” tuturnya.

Selain lagu ‘Denting Gelas di Akhir Pekan’, terdapat pula empat lagu lainnya di Album EP yang dikerjakan di Orange Bee Studio itu. Empat lagu itu adalah ‘Deru Mesin Peradaban’, ‘Sunyi Tanah Peristirahatan’, ‘Esensi Whiskey’, dan ‘Imaji Masa Muda’.

“Dan semuanya sudah bisa didengar di applikasi musik streaming seperti Spotify
ataupun Youtube juga ada video klipnya,” tutupnya

Sebagai informasi, TCATT sendiri tidak hanya diisi oleh Adit Tongseng tapi juga ada
Piztt sebagai pemain violin sekaligus keybordis dan penyanyi latar, Kojack Blues sebagai pemain banjo, Fani Black sebagai pemain seruling, Abiyoga Fazri sebagai elektrik gitaris, Koko di drum, Kahfi sebagai bassis, dan Emil sebagai pemain Accordion..

TCATT sudah mewarnai musik Indonesia sejak 2006 dengan musik khas Irlandia yang kental akan suara banjo, dan serulingnya tersebut. Namun TCATT juga mencampur suara khas Irlandia dengan sentuhan beat punk.

Dengan kombinasi aliran musik unik tersebut, tiga Album EP ini pun sudah TCATT rilis dan diminati pecinta musik Indonesia.

Exit mobile version