Pudarnya Harapan Pedagang Soal Rencana Pembangunan Pasar Besar Malang

Tampak dari depan bangunan Pasar Besar Malang yang terlihat sepi (blok-a.com / Yogga Ardiawan)
Tampak dari depan bangunan Pasar Besar Malang yang terlihat sepi (blok-a.com / Yogga Ardiawan)

Kota Malang, blok-a.com – Ketidakpastian pembangunan Pasar Besar Malang (PBM) ditanggapi dengan santai oleh para pedagang. Sekretaris III Persatuan Pedagang Besar Malang (P3BM), Muhammad Fathul Huda mengatakan kondisi ketidakpastian pembangunan seperti ini sudah menjadi hal yang berulang.

“Penundaan itu sudah biasa, karena selama ini hal seperti itu sudah biasa dilakukan. Jadi mundur itu sudah biasa, diberi kabar akan dibangun kembali. Jadi kita seakan-akan itu capek dibentrok sama pedagang lainnya,” ujar Huda kepada blok-a.com, Rabu (9/4/2025).

Ia mengungkapkan bahwa P3BM kini tidak lagi menaruh harapan besar pada kepastian pembangunan pasar yang tak kunjung terealisasi. Namun, jika pembangunan benar-benar dilakukan, pihaknya meminta agar tetap mengacu pada poin-poin yang telah diajukan.

“Kita sebagai P3BM itu sebenarnya tidak terlalu berharap banyak sih. Kalau memang dibangun, ya dibangun sesuai klausul-klausul poin-poin yang kita ajukan,” imbuhnya.

Menurutnya, kondisi PBM yang semakin sepi pengunjung turut memengaruhi pendapatan para pedagang. Huda berharap, meskipun pembangunan belum jelas, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang tetap bisa menunjukkan kepedulian terhadap nasib pedagang dengan melakukan upaya-upaya lain untuk menghidupkan pasar.

“Kalau tidak dibangun, bagaimana ada sentuhan dari pemerintah biar pasar ini bisa ramai kembali,” tambahnya.

Untuk menyiasati kondisi tersebut, ia bahkan juga menjual dagangannya secara online. Namun, Huda tetap berharap agar PBM dapat segera dibenahi agar kembali menjadi tempat yang nyaman bagi masyarakat.

“Yang terpenting kondisi tempat kita jualan mencukupi, asas kenyamanan, kan seperti itu. Selama ini, bisa dilihat sendiri kita jauh dari itu,” tutupnya.

Di sisi lain, paguyuban HIPPAMA yang menolak pembangunan dari awal tetap berpegang teguh dengan menolak pembangunan PBM ini.

“Kami tetap menolak, kalau perbaikan kita setuju,” ujar Agus Priambodo selalu Humas HIPPAMA.

Diberitakan sebelumnya, Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin menyebut bahwa kepastian pembangunan PBM masih harus menunggu hingga bulan Juni mendatang. Menurutnya, belum jelasnya pembangunan ini terjadi akibat efisiensi anggaran oleh pemerintah pusat.

“Kan memang kemarin sudah dianggarkan, tapi karena kena efisiensi di PU yang hampir Rp 80 triliun yang kemudian dikembalikan sebagian. Jadi nanti ada nomenklatur yang difinalisasi pada bulan Juni untuk Pasar Besar Kota Malang,” jelas Ali. (yog/bob)

Exit mobile version