Gresik, blok-a.com – Dalam rangka memperingati Hari Pemadam Kebakaran Internasional, PT Petro Oxo Nusantara (PON) menyelenggarakan simulasi tanggap darurat yang melibatkan seluruh karyawan perusahaan serta warga dari wilayah Ring 1, yakni Kelurahan Tlogopojok dan Kelurahan Lumpur, Gresik, Rabu (19/6/2025).
Manager QCA SHE PT PON, Sutaryo menjelaskan, simulasi ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan perusahaan dan masyarakat sekitar dalam menghadapi situasi darurat, khususnya kebakaran dan kebocoran bahan kimia. Kegiatan juga dimaksudkan sebagai edukasi mengenai prosedur evakuasi dan keselamatan kerja.
“Kegiatan ini diikuti seluruh karyawan, baik organik maupun outsourcing, serta warga dari lingkungan sekitar pabrik, yaitu dari kelurahan Lumpur dan Tlogopojok,” ujar Sutaryo, dalam keterangannya.
PT PON mencatat tingkat kesiapsiagaan darurat perusahaan saat ini mencapai 99 persen. Indikator tersebut mengacu pada ketersediaan sarana pemadam kebakaran, kesiapan sumber daya manusia, serta sistem deteksi dini seperti sensor gas, asap, dan api yang terintegrasi dengan sistem tanggap darurat perusahaan.
Perusahaan juga telah menerapkan beberapa protokol penanganan kondisi darurat, antara lain Prosedur Emergency Response Team (ERT), penanggulangan kejadian darurat, serta pemulihan pascakejadian.
“Evaluasi berkala dilakukan untuk memastikan efektivitas peralatan, sistem, dan koordinasi antardepartemen saat menghadapi skenario darurat di masa mendatang,” ungkapnya.
Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Lumpur, Ahmad Fasolin yang turut menjadi peserta simulasi ini, menilai bahwa kegiatan semacam ini penting dilakukan.
Mengingat banyak warga yang belum memahami langkah-langkah awal saat terjadi kondisi darurat di dalam pabrik.
“Dengan simulasi ini, masyarakat jadi lebih siap dan tahu bagaimana merespons saat mendengar sirine atau melihat potensi bahaya meskipun dari luar kawasan industri,” ujarnya.
Cak Mamat sapaan akrab ketua LPMK Lumpur ini menambahkan, kolaborasi antara perusahaan dan warga perlu terus diperkuat agar kesiapsiagaan terhadap bencana industri dapat terjaga secara berkelanjutan.
Senada, Tohirin warga Kelurahan Tlogopojok yang juga menjadi peserta Simulasi ini, menyampaikan apresiasinya terhadap pelibatan warga dalam PT PON. Tohirin menilai kegiatan semacam ini sangat perlu untuk mengedukasi masyarakat terutama warga Ring 1.
“Harapan kami semoga PT Petro oxo Nusantara semakin maju dan Jaya, bisa merekrut tenaga kerja lebih banyak lagi dari Tlogopojok sebagai ring satu, semakin harmonis hubungan antara perusahaan dengan masyarakat dan memberikan CSR sesuai dengan Undang-undang nomor 40 tahun 2007,” kata Tohirin.(ivn/lio)




