KOTA MALANG – Mencari solusi untuk masalah dualisme Arema harus dilihat secara runtut.Muasalnya adalah tahun 2011.
Ketika itu PSSI melalui Surat Keputusan 1698/AGB/152/IX-2011 menyatakan Arema Indonesia yang dikelola PT Ancora Indonesia Resource sebagai klub yang resmi berlaga. Yakni di bawah liga Indonesia Premier League (IPL), liga resmi PSSI waktu itu.
Padahal waktu itu terdapat Arema Cronus yang dikelola oleh Rendra Kresna dengan bantuan investor Bakrie Group.
Nah siapa PT Ancora Indonesia Resource tersebut? Dan apa tujuannya membeli sekaligus mengelola Arema Indonesia?
Perwakilan PT Ancora Indonesia Resources sekaligus mantan CEO PT Arema Indonesia, Fanda Soesilo mengatakan, PT Ancora tidak mempunyai tujuan untuk menjadikan Arema terbelah dua.
Fanda mengaku PT Ancora yang memiliki tujuan tulus untuk mengembangkan persepakbolaan Indonesia dengan membeli saham Arema Indonesia.
“Kami PT Ancora sebenarnya bukan hanya pertambangan tapi kami juga punya banyak divisi. Salah satunya divisi olahraga. Ancora sport. Nah di situ (Ancora sport) kami ingin mengembangkan sepak bola supaya ada kader-kader internasional saja,” kata dia Minggu (21/2).
Fanda juga menjelaskan pihaknya sebelumnya tidak tahu menahu terkait dualisme Arema. PT Ancora tertarik membeli saham Arema Indonesia hanya karena ikut dalam kompetisi IPL (Indonesia Premier League).
Fanda mengungkap, IPL terlihat lebih profesional dan memudahkan misi PT Ancora yang dimiliki Gita Wirjawan. Untuk menjadikan sepak bola Indonesia cepat maju. Alih-alih memilih Arema Cronus yang berlaga di ISL (Indonesia Super League) sebagai liga tandingan.
“Jadi kami tidak tahu ada dualisme Arema atau pun PSSI banyak masalah. Disodori kami milih liga yang mana akhirnya kami memilih IPL lebih looks profesional,” kata Fanda.
Pernyataan Fanda ini pun membantah kabar, masuknya PT Ancora ke Arema Indonesia karena kedekatan dengan pemilik PT Ancora, Gita Wirjawan dengan pendiri Indonesia Premier League (IPL), Arifin Panigoro.
“Kami memilih pure Arema Indonesia bukan karena desakan atau apa. Meskipun kami kenal (Arifin Panigoro) kami tidak membela,” tutur dia.
Sementara itu, Fanda juga menjelaskan. PT Ancora untuk mengambil alih Arema Indonesia intens berkomunikasi dengan Pjs Direktur PT. Arema Indonesia, M. Nur dan pendiri Arema Lucky Acub Zaenal.
Fanda juga menjelaskan, berinvestasi di Arema Indonesia bukanlah tujuan jangka pendek dari PT Ancora. Gita Wirjawan sebagai pemilik PT Ancora menginginkan investasi di Arema merupakan investasi jangka panjang.
“Pertama kali masuk ke Arema kami ingin memiliki sepenuhnya. Kami ingin membangun membina klub sepak bola terkenal seperti di luar negeri. Kami sudah mem-planning 5 sampai 10 tahun,” kata dia.
Namun investasi jangka panjang itu musti berhenti pada tahun 2013. Fanda mengaku berinvestasi di Arema Indonesia sangatlah sulit, banyak cobaan. Mulai dari teror dari oknum Aremania hingga kompetisi IPL yang dirasa tidak profesional seperti yang diinginkan.
“Akhirnya 2013 kami mundur dari penyokong dana Arema Indonesia,” kata dia.
Discussion about this post