Kota Malang, blok-a.com – Kota Malang ditetapkan sebagai salah satu dari 33 kota/kabupaten yang masuk dalam program nasional Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada tahun 2026. Program ini merupakan tindak lanjut dari inisiatif Presiden Joko Widodo untuk menjadikan sampah sebagai sumber energi terbarukan, bekerja sama dengan PLN.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Noer Rahman Wijaya, mengatakan penunjukan ini didasarkan pada kapasitas timbunan sampah harian Kota Malang yang cukup besar. Menurut Rahman, Kota Malang menjadi salah satu daerah dengan kapasitas tonase sampah yang cukup tinggi.
“Hampir seribu ton per hari jika digabungkan dengan kabupaten dan kota sekitar. Karena itu kita masuk dalam 33 daerah yang diusulkan Presiden untuk menerima program PSEL,” ujar Noer Rahman, Selasa (22/7/2025).
Ia menjelaskan, saat ini Kota Malang menghasilkan sekitar 300 ton sampah per hari. Jika digabungkan dengan kiriman dari TPA Supit Urang dan daerah sekitar, total mencapai lebih dari 700 ton. Namun, untuk bisa menjalankan program PSEL, dibutuhkan kapasitas minimal seribu ton sampah per hari. Oleh karena itu, kata Rahman diperlukan kolaborasi lintas daerah.
“Kita akan bersinergi dengan Kabupaten Malang dan Kota Batu agar total tonasenya mencukupi. Ini menjadi langkah strategis untuk pengelolaan persampahan berbasis kawasan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Rahman menuturkan bahwa manfaat dari program PSEL sangat besar, salah satunya adalah pengurangan signifikan volume sampah di TPA, sekaligus menghasilkan listrik dari hasil olahan sampah.
“Pengelolaan sampah kita saat ini baru sekitar 24 persen. Targetnya di 2026 harus sudah 100 persen terkelola habis. Jadi sampah tidak lagi menumpuk di TPA, tapi dimanfaatkan sebagai energi,” tegasnya.
Ditanya terkait dengan bagaimana mengubah sampah menjadi energi listrik, Rahman belum mengetahui secara pasti. Yang jelas, katanya program ini direncanakan akan dijalankan di kawasan TPA Supit Urang, dan seluruh prosesnya akan melibatkan PLN sebagai mitra utama dalam konversi sampah menjadi energi listrik.
“Ini bentuk komitmen pemerintah pusat untuk mendukung daerah yang serius mengelola lingkungannya. Kami siap menyambutnya dengan perencanaan yang matang,” pungkas Rahman. (yog)



