Pria Lansia Asal Nganjuk Ditemukan Tewas di Kamar Indekos Singsoari Malang

Caption : Situasi lokasi Indekos di Tunjungtirto Kecamatan Singosari Kabupaten Malang (Blok-a.com / Putu Ayu Pratama S)
Caption : Situasi lokasi Indekos di Tunjungtirto Kecamatan Singosari Kabupaten Malang (Blok-a.com / Putu Ayu Pratama S)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Seorang pria lansia ditemukan meninggal dunia di rumah indekos Gang Mbah Rasiman, Tunjungtirto, Kecamatan Singosari Kabupaten Malang.

Nasib nahas menimpa pria lansia, Suroso (65) warga Kabupaten Nganjuk. Pria Lansia tersebut ditemukan meninggal pada Jumat (10/02/2023) di indekosnya di Kecamatan Singosari.

Dari keterangan warga sekitar, Bono (51) mengatakan korban dikabarkan meninggal sekitar pukul 02.00 WIB di rumah Indekos milik Suwarjo di Kecamatan Singosari,.

“Dia ikut cucunya, cucunya ikut jualan bakso. Tapi ini kosan temannya (teman cucu),” terangnya saat ditemui Blok-a.com di lokasi kejadian sekitar pukul 11.46 WIB, Jumat (10/02/2023).

Dari informasi yang didapat, Bono mengatakan korban sempat mengalami sakit. Dia tinggal di indekos itu bersama cucunya yang masih kecil.

“Mbahnya ini yang sakit. Sudah sepuh, namanya orang tua sakit. Cucunya masih kecil, mungkin gak tau kalau sakit jadi gak di bawa berobat,” terangnya.

Sementara itu, pemilik Indekos, Suwarjo mengatakan kejadian ini telah diserahkan ke pihak kepolisian. Dirinya mengaku telah memulangkan jenazah pria lansia yang meninggal di indekos itu ke rumah keluarganya di Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

“Sudah beres, (jenzah) sudah diterima juga oleh pihak keluarga dan pamong sana. Yang ngantar tadi juga dari pihak kepolisian. Masalah ini sudah selesai,” terang Suwarno saat ditemui blok-a.com di lokasi, Jumat (10/02/2023).

Terpisah, Kapolsek Songosari, Kompol Ahmad Robial membenarkan, ada pria lansia meninggal di indekos tersebut. Dirinya mengaku telah melakukan pemeriksaan ke TKP dan melakukan visum luar kepada korban.

“Setelah mendapatkan laporan kami meluncur ke TKP bersama Puskesmas Singosari. Setelah itu kita lakukan visum luar, dari tim medis hasilnya tidak ada indikasi kekerasan,” terang Robial saat dikonfirmasi Blok-a.com, Jumat (10/02/2023).

Dikatakan Robial, pihak keluarga juga menyatakan bahwa korban memiliki riwayat sakit. Sementara itu, keluarga korban tidak bersedia melakukan otopsi. Alhasil, korban langsung di pulangkan ke rumah duka.

“Pihak keluarga tidak bersedia dilakukan otopsi jadi langsung di bawah ke rumah keluarga di Lowokwaru,” tutupnya.

(ptu/bob)

Exit mobile version