KOTA MALANG – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro telah berlangsung selama tiga hari. Pemebentukan Pos Komando di tingkat Kecamatan hingga RT (Rukun Tetangga) sudah dibentuk.
Kini bukan lagi Pemerintah Kota Malang yang memiliki tugas melakukan penanganan kasus Covid-19 di wilayah kecamatan hingga RT. Tapi camat dan ketua RT yang bertanggung jawab.
Wartawan online ini pun mencoba menengok penerapan PPKM mikro di Kecamatan Klojen. Seperti apakah?
Terlihat memang terdapat Pos Komando di kantor Camat hingga Balai RW (Rukun Warga) di sejumlah titik di Kecamatan Klojen.
Camat Klojen Heru Mulyono menjelaskan Pos Komando tersebut dibentuk sebagai tempat koordinasi terkait penanganan kasus Covid-19. Koordinasi tersebut berupa merancang sebuah kebiasaan mengembalikan kegiatan gotong royong di tataran RT.
“Kan selama PPKM mikro ini yang ditekankan adalah peran masyarakat nah di Pos Komando ini kami koordinasi bagaimana membangkitkan rasa gotong royong rakyat. Memaksimalkan peran pak RT dengan jajaran PKK dan pemuda di setiap daerah,” kata dia.
Hasilnya pun, Heru mengatakan, setiap warga yang dinyatakan positif Covid-19 dan menjalani isolasi mandiri di rumah diberi stiker khusus di depan rumahnya.
Stiker ini adalah sebuah penanda bahwa di rumah tersebut ada orang terpapar Covid-19 dan menjalani isolasi mandiri.
Stiker ini pun, Heri mengatakan, tidak bersifat mendiskriminasi warga yang sedang isolasi mandiri. Dari segi bahasa stiker tersebut bertuliskan ‘Mohon maaf kami sedang berjuang untuk sembuh. Mohon doanya’.
“Bahasanya ini tidak menjustifikasi. Nanti kami tempel di setiap rumah. Jadi nanti warga yang isolasi itu tidak merasa terkucilkan. Malah merasa menjadi seorang yang berjuang. Sementara tetangganya yang ingin kami sentuh adalah sifat dasar secara psikologi kalau ada tetangganya yang terkena musibah pasti akan muncul empati,” papar Heru.
Selain itu, Heru menjelaskan setiap warga yang terpapar dan melakukan isolasi mandiri nantinya juga diberi keranjang belanja.
“Tujuannya nanti keranjang belanja itu bisa diberikan oleh tetangga sebelahnya. Mungkin kebanyakan belanja bisa ditaruh di keranjang itu. Kami munculkan kesadaran gotong royong dari sana,” kata ia.
Hamid juga menjelaskan, dalam tiga hari ini, tenaga medis di puskesmas di Kecamatan Klojen juga mempunyai peran untuk melakukan tracing dan tracking.
“Koordinasinya ya di Pos Komando itu. Bidan wilayah per kelurhan melakukan tracing 1 orang tracing 30 orang kontak eratnya. Dibantu pula teman-teman di wilayah RT sekitar. Cara mentracingnya dengan interview lalu pemeriksaan. Yang punya gejala langsung ke Puskesmas untuk swab,” jelas Heru.
Dengan cara seperti itu, Heru optimis PPKM mikro ini akan menekan laju kasus positif Covid-19 di Kecamatan Klojen.
“Karena apa? Kalau dulu kan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) penertibannya istilahnya kampung dijaga agar tidak kluyuran. Tapi PPKM tidak hanya itu. Ditambah upaya mengurangi mobilitas dan juga membangkitkan roh kepedulian masyarakat terhadap sekitarnya. Ada tetangganya yang isolasi kita harus berempati dan bersimpati tadi,” tutur ia.




