Kota Malang, blok-a.com – Gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur (Jatim) 2025 tak hanya menjadi ajang adu prestasi atlet dari berbagai daerah, namun juga membawa dampak positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi Kota Malang. Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi, menyampaikan bahwa geliat ekonomi sudah terasa bahkan sebelum acara resmi dimulai.
“Saya yakin gelaran Porprov ini memberikan dampak langsung terhadap okupansi hotel di Kota Malang. Bahkan, dua hari sebelum pembukaan, semua hotel dari bintang satu hingga lima sudah terisi penuh,” ujar Baihaqi.
Hingga hari keempat penyelenggaraan, tren okupansi hotel bintang tiga ke bawah masih terpantau positif. Hal ini seiring dengan kedatangan lebih dari 22 ribu atlet dan official yang tergabung dalam kontingen dari seluruh penjuru Jawa Timur. Jumlah tersebut belum termasuk keluarga atlet, tim pendukung, dan penonton umum yang memadati Kota Malang.
“Mereka pasti butuh tempat menginap, makan, dan berbelanja selama di sini. Otomatis sektor kuliner, UMKM, oleh-oleh, hingga jasa transportasi dan percetakan ikut terdongkrak,” ungkapnya.
Selain sektor perhotelan dan kuliner, lonjakan pengunjung juga terjadi di sejumlah destinasi wisata. Baihaqi menyebut kawasan Koridor Kayutangan Heritage, Kampung Kayutangan, dan Kampung Warna-Warni mengalami peningkatan signifikan dalam jumlah pengunjung, terutama pada malam hari.
“Koridor Kayutangan Heritage semakin ramai. Kampung Kayutangan dan Kampung Warna-Warni juga menunjukkan peningkatan pengunjung. Artinya, setelah menonton pertandingan, banyak yang menyempatkan waktu untuk berwisata,” tuturnya.
Menurut Baihaqi, perputaran ekonomi selama pelaksanaan Porprov telah memberikan kontribusi nyata bagi pelaku usaha lokal di berbagai sektor. Ia pun optimistis efek positif ini tidak hanya bersifat sementara, namun berpotensi memberikan dampak berkelanjutan bagi promosi pariwisata Kota Malang.
“Dampaknya tidak hanya terasa saat pelaksanaan, tapi akan ada lompatan juga di bulan-bulan berikutnya karena promosi Kota Malang sebagai destinasi wisata semakin kuat,” tutupnya. (yog/bob)



