Kabupaten Malang, blok-a.com – Polres Malang bersiap mengatur potensi kepadatan kendaraan di periode mudik dan arus balik Lebaran tahun 2025.
Sejumlah strategi telah disiapkan Polres Malang untuk mengantisipasi perlambatan arus lalu lintas di masa mudik dan arus balik Lebaran tahun 2025.
Kasatlantas Polres Malang, AKP Widyagama Putra Dhirotsaha menjelaskan, strategi ini dibuat karena dari 146 juta masyarakat yang mudik di Indonesia, 31,3 juta diprediksi mengarah atau masuk ke Jawa Timur. Sebagian besar pemudik juga berpotensi berlibur ke Malang Raya, termasuk ke Kabupaten Malang.
“Di sinilah dibutuhkan strategi pengamanan lalu lintas yang matang. Kami telah melaksanakan rapat untuk menentukan cara bertindak dalam mengantisipasi kepadatan, baik yang mengarah ke Kota Wisata Batu maupun yang masuk ke Malang lewat gerbang Tol Singosari,” kata Widyagama dalam rilis yang diterima blok-a.com, Jumat (21/3/2025).
Strategi yang disiapkan Polres Malang sendiri ialah menyiapkan pengamanan di jalur wisata. Pos pengamanan telah didirikan di titik strategi, seperti Pasar Lawang, Kepuharjo atau jalur menuju Kota Batu, Tumpang atau akses ke Bromo, Kepanjen atau jalur menuju ke Blitar, dan Sumbermanjing Wetan akses menuju ke pantai Malang selatan.
Tujuan pos pengamanan ini untuk menyiagakan anggota polisi mengurai kemacetan di titik-titik itu.
“Kami telah memasang 60 papan imbauan dan cermin cembung di berbagai titik rawan kecelakaan. Selain itu jalur menuju Pantai Malang Selatan juga telah dipetakan agar pemudik bisa memilih jalur alternatif yang lebih aman,” kata dia.
Selain itu, dia menjelaskan, polisi juga akan mengawasi titik-titik rawan perlambatan arus, terutama di area gerbang Tol Singosari, jalur arteri Lawang, perbatasan Pandaan, serta jalur menuju Blitar.
Pembasan operasional kendaraan bertonase besar juga akan diterapkan mulai 24 Maret hingga 8 April 2025 guna memperlancar arus kendaraan roda empat dan angkutan umum.
“Pembatasan ini diterapkan serentak di berbagai wilayah, terutama di jalur nasional dan provinsi. Tujuannya untuk mencegah perlambatan lalu lintas akibat kendaraan berat yang memiliki kecepatan rendah,” kata dia.
Terakhir, Widyagama mengatakan, strategi ini diharapkan mampu memastikan kelancaran perjalanan mudik dan wisata selama libur Lebaran.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas, menghindari perjalanan di jam-jam puncak, dan memanfaatkan informasi dari pos pengamanan untuk mencari jalur alternatif,” tutupnya. (bob)




