Disbun Jatim Lakukan Pembinaan Usaha Perkebunan Jawa Timur

Banyuwangi blok-a.com – Dinas Perkebunan Jawa Timur (Jatim) melakukan Pembinaan Usaha Perkebunan, bertempat di Doesoen Kakao Kebun Kendenglembu PTPN XII, Dusun Pager Gunung, Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore Selasa (17/5/2022) siang.

Acara tersebut, dihadiri Kepala Dinas Perkebunan Jatim, Heru Suseno; Ketua Gabungan Perusahaan Perkebunan (GPP) Jatim, M. Zaki; Kanwil BPN Jatim Rohadi serta dihadiri Pimpinan Perkebunan PTPN X, XI, XII dan Perkebunan Swasta se-Jawa Timur.

Kepala Dinas Perkebunan Jatim, Heru Suseno saat memberikan arahan pengurus GPP Jatim, bertempat di Kebun Kendenglembu, Selasa (17/5/2022) (F: blok-a.com/Gito)

Kadis Perkebunan, Heru Suseno mengatakan dalam pertemuan ini dirinya mensuport pengurus perkebunan harus selalu optimis, agar mampu mensejahterakan karyawannya.

“Dalam pertemuan ini kami hanya bertukar pikiran, menyatukan langkah, dan membahas isu-isu terkini terkait perkebunan,” kata Heru Suseno, kepada blok-a.com, Selasa (16/5/2022) siang.

“Selain diskusi tentang perkebunan, juga melakukan halal bi halal,” imbuhnya.

Heru Suseno mengungkapkan, isu yang saat ini lagi hangat terkait masalah sengketa tanah yang sering dipermasalahkan oleh warga atau LSM. Maka dari itu, dalam pertemuan ini selain dihadiri Dinas Perkebunan juga dihadiri staf Kementerian ATR/BPN Provinsi Jawa Timur.

“Jika ada persoalan, kami membahas, mendiskusikan dan turut memecahkan permasalahan-permasalahan dan mencarikan solusi terbaik. Bagaimanapun perkebunan harus tetap eksis,” ujarnya.

Sementara, Ketua GPP Jawa Timur, M. Zaki mengatakan isu-isu yang dilaporkan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) terkait Perkebunan, hendaknya pemerintah juga mendengarkan alasan-alasan dari perusahaan perkebunan.

“Apa yang disampaikan oleh LSM mengenai kondisi perkebunan jangan sampai ditelan mentah-mentah oleh pemerintah. Pemerintah harus mendengarkan juga dari perusahaan perkebunan, sehingga berimbang,” kata M. Zaki.

“Perusahaan perkebunan juga mempunyai tim advokasi lho yang jumlah ribuan juga,” imbuhnya.

M. Zaki mengungkapkan ada program yang baik dari perusahaan perkebunan untuk mensejahterakan petani yang ada disekitar perkebunan, yaitu memberikan 20 persen pengelolaan lahan perkebunan kepada petani.

“Bentuknya bagi hasil, dan prosentasenya bisa dibicarakan, apakah 70 : 30 atau 50 : 50 semua itu bisa dibicarakan antara petani dengan perusahaan perkebunan. Intinya saling menguntungkan, petani untung perusahaan perkebunan tidak dirugikan,” paparnya.

Sementara Ketua GPP Banyuwangi yang juga manager PTPN XII Kebun Kendenglembu, Benny Hendricrianto mengatakan dirinya selaku tuan rumah acara pertemuan antara GPP dengan dinas Perkebunan Jatim sangat mengapresiasi hasil diskusi ini.

Menurut Benny, diskusi yang dihadiri langsung Kadis Perkebunan sangat bermanfaat untuk perusahaan perkebunan.

“Diskusi antara dinas perkebunan dengan GPP membahas isu-isu terkini, dan mencari solusinya. Dan pertemuan seperti ini tidak hanya dilakukan sekali ini saja. Tapi sudah menjadi agenda rutin dinas perkebunan dengan perusahaan perkebunan,” tandasnya. (Gito)

Exit mobile version