Penjual Bunga Tabur TPU Samaan Malang Prediksi Peningkatan Penjualan Jelang Lebaran

Salah satu penjual bunga tabur di TPA Samaan (Mahasiswa Magang Unitri, Akroman)
Salah satu penjual bunga tabur di TPA Samaan (Mahasiswa Magang Unitri, Akroman)

Kota Malang, blok-a.com – Penjual bunga tabur di kawasan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Samaan Malang, tepatnya di Jalan Sendang Biru, Lowokwaru, Kota Malang, mengalami penurunan penjualan saat Ramadan.

Berbeda dibandingkan hari biasa, dengan penjualan lebih ramai pada hari-hari biasa dan menjelang lebaran. Mengingat tradisi masyarakat yang lebih ramai melakukan ziarah kubur pada momen tersebut. Sementara bunga itu dipergunakan untuk ditabur di atas makam.

Seorang penjual bunga tabur di sekitar TPU Samaan Malang, Resa Sri Rahayu mengatakan bahwa, untuk sekarang penjualan bunganya masih sedikit menurun dibandingkan pada saat sebelum bulan Ramadan.

Sementara itu ia memperkirakan bahwa, penjualan bunganya akan meningkat sekitar 50 persen dalam seminggu sebelum lebaran.

Karangan Bunga Ucapan Selamat Pelantikan Bupati dan Wabup Gresik Digantikan Bibit Pohon

“Untuk penjualnya bisa dikatakan menurun di bandingkan hari-hari biasa, dan biasanya nanti pas lebaran tinggal seminggu baru naik,” kata dia

“Biasanya sehari itu bisa menjual satu plastik merah besar. Namun untuk sekarang tidak sampai, kurang sedikit lah, tapi nanti ketika sudah seminggu sebelum lebaran, penjualan akan meningkat dan bisa lebih dari dua plastik merah besar itu yang habis terjual,” jelasnya.

Hal itu disebabkan oleh meningkatnya permintaan dari masyarakat yang hendak ziarah kubur pada waktu-waktu tertentu, terutama menjelang hari raya.

Selain itu, dia juga mengungkapkan bahwa cuaca yang tidak menentu seringkali mempengaruhi penjualannya.

“Kalau hujan, orang-orang jadi malas datang, jadi penjualannya agak turun,” kata dia.

Adapun jenis kembang yang di jual ada mawar, sedap malam, kantil dan daun pandan, dan di jual per satu plastik prapatan kecil dengan harga Rp 5 ribu sampai Rp 10 ribu, tergantung jenis kembangnya.

“Selain itu, di sini beroperasi selama 24 jam, secara bergantian, saya mulai dari pagi, pukul 08.00 sampai magrib, terus habis magrib di ganti paman sampai pagi, baru di ganti saya lagi,” tuturnya.

Meskipun ada perbedaan dalam jenis pendapatan antara hari biasa dan bulan puasa, diperkirakan penjualan bunga tabur untuk kuburan akan tetap stabil dan bahkan meningkat mendekati lebaran.

“Tahun-tahun sebelumnya memang kalau sudah lebaran kurang seminggu banyak yang dan datang berziarah, dan omzet penjualan bunga ini biasanya meningkat sekitar 50 persenan lah,” tutupnya.

Penulis : Mahasiswa Magang Unitri, Akroman

Exit mobile version