Pengusaha Bakso asal Malang Habiskan Rp 1,7 Miliar Perbaiki Jalan di Desanya

Pengusaha bakso sukses membangun jalan sepanjang 1,5 km di Desa Balesari, Ngajum, Malang, dengan dana pribadi Rp1,7 miliar.
Perbaikan jalan di Dusun Segelan Sidomulyo, Desa Balesari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang yang dikerjakan secara swadaya (blok-a.com/ Putu Ayu Pratama S)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Belum lama ini, sebuah video viral di media sosial (medsos) memperlihatkan perbaikan jalan di Dusun Segelan Sidomulyo, Desa Balesari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, yang dilakukan swadaya oleh warga setempat.

Video yang diunggah oleh akun TikTok Karang Taruna Tunas Muda itu memperlihatkan perubahan saat kondisi jalan masih rusak berat hingga mulus.

Dalam video tersebut juga dijelaskan bahwa pembangunan jalan tidak menggunakan dana desa maupun pemerintah.

Hal tersebut benarkan oleh salah satu warga setempat, Sukri. Ia mengatakan, bahwa perbaikan jalan di Dusun Segelan Sidomulyo dilakukan secara swadaya  warga setempat. Sementara dananya berasal dari warga asli dusun tersebut bernama Fery yang kini menetap di Batam.

“Benar, memang ini dibangun menggunakan dana pribadi Pak Fery, warga asli sini yang sekarang menatap di Batam. Pembangunannya dilakukan swadaya oleh warga sekitar,” kata Sukri saat ditemui di lokasi, Senin (30/12/2024).

Fery sendiri merupakan seorang pengusaha bakso sukses di Batam. Pria kelahiran Ngajum, Kabupaten Malang ini telah menetap di Kepulauan Riau sejak 1991 lalu. Kini usahanya semakin melejit hingga dapat membantu pembangunan jalan desa tersebut.

“Pak Fery ini sukses jualan bakso, ada penggilingan bakso juga, beliau juga punya cabang bakso dan memperkerjakan puluhan karyawan,” bebernya.

Pembangunan jalan dengan total sepanjang 1,5 kilometer dan luas kurang lebih 6 meter ini menurutnya sangat membantu warga setempat terutama dalam aspek perekonomian.

Pasalnya sebelum diperbaiki, banyak pengguna jalan yang kesusahan melintas karena kondisi jalan rusak parah. Bahkan tak jarang, pengguna jalan jatuh tergelincir karena kondisi licin.

“Kondisinya sebelum dibangun ya bebatuan, aspal yang terkelupas. Kalau hujan bercampur lumpur dan licin,” ungkapnya.

Terpisah, pengawas proyek, Sunardi mengungkapkan, sejauh ini total perbaikan jalan yang berasal dari dana pedagang bakso itu ada lima ruas jalan di satu dusun.

Perbaikan jalan tersebut telah dilaksanakan sejak 2017 silam.

“Pembangunan jalan ini sejak 2017, namun perencanaan pengerjaan jalan rabat beton ini masih akan berlanjut. Sampai kapannya tergantung keputusan Pak Fery sendiri,” ungkap Sunardi.

Ia mengatakan, sejauh ini sudah ada lima ruas jalan yang diperbaiki dengen ketebalan 0,15 centimeter. Selain jalan, ada sejumlah fasilitas umum juga dibangun oleh juragan Bakso Gunung tersebut, mulai dari tempat ibadah hingga lembaga pendidikan.

“Pembangunan jalan ini juga ada tanam dan bahu jalan sekitar 80 centimeter, ada juga pembangunan parit atau gorong-gorong. Ada juga masjid Al-Iklhas dan rencananya ada madrasah atau lembaga pendidikan agama,” bebernya.

Dari perbaikan jalan yang telah dilakukan sepanjang 1,5 kilometer, kata Sunardi, anggaran yang telah dikeluarkan oleh Fery sekitar Rp 1,7 miliar.

“Itu hanya hitungan kasar, detailnya berapa kami tidak tahu. Itupun hanya pembangunan jalan saja, belum fasilitas lain,” pungkasnya. (ptu/bob)

Exit mobile version