KOTA BATU – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu tengah serius menyiapkam tempat relokasi untuk masyarakat terdampak tanah longsor Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Pemkot juga telah mencapai kata sepakat dengan pemilihan tanah yang akan digunakan sebagai tempat relokasi.
Sebanyak 11 KK yang terdampak tanah longsor ini sekarang harus menempati tenda yang didirikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu. Pasalnya rumah yang sebelumnya dihuni berpotensi ambles imbas dari pergerakan tanah. Apalagi kebanyakan rumah tersebut dibangun di pinggir tebing sehingga mengkhawatirkan bila terjadi longsor susulan.
Dengan adanya kata sepakat maka tempat relokasi ini bisa segera dibangunkan rumah untuk para pengungsi. Lahan yang digunakan untuk relokasi sendiri sekitar 1300 hingga 1500 meter persegi. Lahan ini berada di dekat TPQ Dusun Brau yang akan digunakan untuk 11 KK.
“Sudah ada kesepakatan dengan pemilik lahan. Sesegera mungkin akan kami laporkan ke ibu Wali Kota Batu terkait hal tersebut,” ujar Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso, Senin (15/2).
Sebelumnya Punjul juga sempat mengunjungi tenda pengungsian di Dusun Brau. Karena adanya laporan salah satu pengungsi harus dilarikan ke rumah sakit.
“Memang ada pengungsi yang harus segera di larikan ke rumah sakit. Namun saat itu sudah malam dan kondisi sedang hujan jadi tidak memungkinkan akhirnya baru di bawa paginya,” jelas nya.
Punjul menambahkan pengungsi yang sakit tersebut langsung di rujuk ke RS dr Etty karena menderita infeksi saluran kencing. “Alhamdulillah sudah ditangani dan saat ini kondisi membaik bahkan diperbolehkan rawan jalan,” imbuh dia.
Punjul menegaskan sesuai dengan komitmen awal Pemkot Batu bawah warga yang terdampak longsor ini tidak boleh terlalu lama berada di tempat pengungsian. Sehingga relokasi harus segera dilaksanakan dalam waktu satu bulan ke depan.
Sebelumnya ada tiga alternatif pengadaan tanah yang akan dicoba Pemkot Batu, pertama menggunakan tanah kas desa, kedua melakukan tukar guling dengan Perhutani dan ketiga pengadaan tanah.
“Yang paling memungkinkan dilaksanakan saat ini adalah alternatif pengadaan tanah. Kami sudah melakukan peninjauan kondisi tanah dan luasannya. Insyaallah aman dan bagus untuk dihuni. Tentunya relokasi masih di Dusun Brau hanya lokasinya kami pilih yang lebih aman,” beber Politisi PDIP ini.




