Kota Malang, blok-a.com – Proyek pembangunan drainase di Jalan Soekarno-Hatta (Suhat) Kota Malang masih dalam tahap fokus penataan utilitas. Hal itu terlihat hingga saat ini belum dilakukan tahap penggalian dalam pengerjaan proyek yang digadang-gadang akan mengatasi permasalahan banjir di kawasan itu.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Dandung Djulharjanto mengatakan pekerjaan di lapangan masih difokuskan pada penataan utilitas, seperti merapikan pohon dan memindahkan tiang listrik di sepanjang jalur Suhat. Ia menegaskan tahapan ini memang harus dikerjakan terlebih dahulu agar pengerjaan drainase berjalan lancar.
“Sekarang sudah mulai berproses. Pohon-pohon tidak ditebang, hanya ditata ulang. Begitu juga tiang listrik yang harus dikondisikan lebih dulu supaya tidak mengganggu pekerjaan,” jelas Dandung.
Ia menambahkan, pohon-pohon di median tetap dipertahankan, hanya pohon di tepi jalan yang dilakukan penataan. Nantinya, setelah utilitas sudah selesai dikerjakan penggalian baru bisa dilakukan.
“Namun hal itu bergantung kepada kesiapan di lapangan. Setelah utilitas rampung, barulah penggalian drainase sepanjang 1,3 kilometer bisa dimulai.” tegasnya.
Pengerjaan drainase Soehat akan dimulai dari sisi selatan, tepatnya kawasan Politeknik Negeri Malang (Polinema). Skema yang diterapkan adalah pola segmen, yakni setiap tahap hanya beberapa puluh meter untuk meminimalkan kemacetan.
Meski begitu, pengerjaan tetap berlangsung pada jam kerja sehingga rekayasa lalu lintas tidak bisa dihindari. “Nantinya akan ada pengaturan lalu lintas di kawasan Soehat agar kendaraan tetap bisa melintas,” ungkap Dandung.
Proyek besar ini ditargetkan rampung pada pertengahan Desember 2025 mendatang. Dandung menjelaskan, pengawasan dan pemeliharaan akan dilakukan oleh Pemerintah Provinsi selama satu tahun ke depan.
“Setelah rampung, pengawasan dan pemeliharaan akan menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Jawa Timur selama satu tahun,” pungkasnya.
Sebagai informasi, pengerjaan perapian pohon dan tiang listrik ini dikerjakan pada pukul 21.00 malam sampai jam 04.00 dini hari. Pengerjaannya sendiri dimulai pada 14 Agustus hingga 8 Sepetember 2025.
Sementara DPUPRPKP Kota Malang juga menyelesaikan proyek drainase di sejumlah titik lain, seperti sudetan drainase di Jalan Candi Panggung dan Jalan Mayjend Panjaitan (Bethek).
Rangkaian proyek ini diharapkan mampu mengurangi potensi banjir yang masih menjadi permasalahan di Kota Malang saat musim hujan. Selain itu, sekaligus memperbaiki kualitas tata ruang kota. (yog/bob)




