Pemkot Mojokerto Perkuat Pemberdayaan Perempuan Lewat KUBE, Dinsos P3A Lakukan Monev di Jagalan

Kepala dinas sosial P3A kota Mojokerto Choirul Anwar nomor dua dari kanan usai monev di KUBE Mulya Jaya, kelurahan Jagalan.(blok-a.com/Syahrul Wijaya)
Kepala dinas sosial P3A kota Mojokerto Choirul Anwar nomor dua dari kanan usai monev di KUBE Mulya Jaya, kelurahan Jagalan.(blok-a.com/Syahrul Wijaya)

Mojokerto, Blok-a.com — Pemerintah Kota Mojokerto melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pemerintah pusat terkait pengentasan kemiskinan. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah melalui pemberdayaan perempuan berbasis ekonomi produktif lewat Kelompok Usaha Bersama (KUBE).

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Dinsos P3A Kota Mojokerto melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap KUBE Mulya Jaya yang berada di Kelurahan Jagalan, Kecamatan Kranggan, pada Kamis (29/1/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan keberlanjutan usaha, efektivitas bantuan, serta dampak program terhadap peningkatan kesejahteraan anggota kelompok.

Kepala Dinas Sosial P3A Kota Mojokerto, Choirul Anwar, menjelaskan bahwa program KUBE merupakan salah satu instrumen penting dalam strategi pengentasan kemiskinan daerah, khususnya melalui penguatan peran perempuan dalam sektor ekonomi.

“Pemerintah Kota Mojokerto terus mendorong program pemberdayaan perempuan, salah satunya dengan memberikan modal usaha dan pelatihan berbasis kelompok di tingkat kelurahan melalui Kelompok Usaha Bersama,” ujar Choirul Anwar.

Ia menambahkan, bantuan yang diberikan tidak bersifat perorangan, melainkan melalui mekanisme kelompok agar usaha dapat berkembang secara kolektif dan berkelanjutan. Pendekatan ini juga dinilai mampu memperkuat solidaritas sosial dan kemandirian ekonomi warga.

“Pemberian bantuan harus melalui proses dan mekanisme yang jelas. Bantuan ini khusus diberikan kepada kelompok usaha di masing-masing kelurahan, bukan untuk individu,” tegasnya.

Berdasarkan data Dinsos P3A, saat ini di Kota Mojokerto telah terbentuk sebanyak 90 KUBE yang tersebar di 18 kelurahan. Setiap kelurahan memiliki sekitar empat hingga enam kelompok usaha bersama yang bergerak di berbagai bidang ekonomi produktif.

Di Kelurahan Jagalan, KUBE Mulya Jaya menjadi salah satu contoh kelompok usaha yang aktif dan berkembang. Kelompok ini beranggotakan lima orang, termasuk ketua, dan fokus menjalankan usaha di bidang kuliner yang dikelola secara mandiri oleh para anggotanya.

Dalam kegiatan monitoring dan evaluasi tersebut, KUBE Mulya Jaya menerima sejumlah bantuan sarana penunjang usaha. Antara lain freezer box, kompor dua tungku lengkap dengan selang regulator, blender 2 in 1, wajan aluminium ukuran 30, chopper berkapasitas besar, panci kukusan (dandang), kompor api seribu, serta bahan kebutuhan produksi berupa minyak goreng dan gula pasir.

Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi, kualitas produk, serta efisiensi usaha, sehingga mampu mendorong peningkatan pendapatan anggota kelompok.

Ketua KUBE Mulya Jaya, Sri Suharti, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah Kota Mojokerto dan Dinsos P3A atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada kelompoknya.

“Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kota Mojokerto, khususnya Dinas Sosial P3A, yang selama ini telah memberikan bimbingan, pelatihan, serta bantuan kepada kelompok usaha kami. Berkat program ini, usaha yang kami jalankan bisa berkembang dan membantu meningkatkan pendapatan keluarga,” ungkapnya.

Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, Pemerintah Kota Mojokerto berharap program KUBE dapat terus berjalan secara optimal. Dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, serta menjadi salah satu motor penggerak dalam menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan warga, khususnya perempuan, di Kota Mojokerto. (Sya)

Exit mobile version