Pemkot Malang dan Jalan Berlubang (1)

Jalan Berlubang di jalan Sudimoro Kota Malang (blok-a/Nasrul)
Jalan Berlubang di jalan Sudimoro Kota Malang dihindari pengendara (blok-a/Nasrul)

Kota Malang, blok-a.com – Jalan berlubang atau rusak di Kota Malang masih jadi masalah pada tahun 2023.

Rusaknya jalan berlubang di Kota Malang itu menjadi masalah dan memunculkan korban. Salah satunya berada di Jembatan Kecamatan Kedungkandang.

Di Jembatan Kedungkandang itu terdapat jalan berlubang. Berdasarkan laporan blok-a.com di lapangan pada 13 Februari 2023 jalan itu sudah rusak satu bulan lalu dan tak kunjung dibenahi.

Warga yang berada di sana pun mengeluhkan lubang jalan di jembatan itu.

Akhirnya keluhan warga pun langsung terealisasi keesokan harinya atau saat hari kasih sayang 14 Februari 2023.

Namun sayangnya pembenahan itu dilakukan setelah adanya korban yang jatuh akibat lubang di jalan itu.

Korban jatuh akibat jalan berlubang itu ramai dibicarakan setelah adanya cuitan akun @Yusufgunawan.

Potret masalah jalan lubang di Jembatan Kedungkandang itu hanyalah satu dari puluhan titik bahkan ratusan titik jalan berlubang di Kota Malang.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Dandung Djulharjanto menjelaskan, jalan berlubang ini sudah menjadi pekerjaan untuk diperbaiki.

Setidaknya berdasarkan data yang dihimpun Dandung, DPUPRPKP Kota Malang telah memperbaiki 39 ruas jalan di Kota Malang.

Data itu direkap terhitung mulai awal Januari 2023 hingga 20 Februari 2023 ini.

“Data 39 ruas jalan rusak itu sudah hampir 90 persen yang masuk kami,” kata dia kepada blok-a.com, Senin (20/4/2033).

39 ruas jalan itu Dandung menjelaskan, biasanya terdapat perbaikan 3 sampai 10 titik jalan berlubang.

Perbaikan jalan berlubang itu pun dilakukan hampir setiap hari. Ada satu tim dari Bina Marga DPUPRPKP Kota Malang yang khusus menanganani jalan berlubang.

Cara kerjanya, setiap siang hari akan dilakukan pemantauan oleh petugas. Jalan mana yang rusak dan harus diperbaiki ditemukan saat siang hari itu.

Saat malam hari di atas jam 21.00 langsung dilakukan perbaikan di setiap titik yang berlubang.

“Itu kami lakukan setiap hari. Malam saat jarang pengendara itu kami perbaiki. Biar lengang jalannya,” ujarnya.

Selain dari pemantauan jalan di siang hari, Dandung menjelaskan, perbaikan jalan itu juga berdasarkan laporan warga dari media sosial.

“Sering itu dari Twitter biasanya laporan jalan rusak. Itu pasti kami tampung dan segera diperbaiki,” imbuhnya.

Satu hari kadang banyak laporan dan pantauan jalan berlubang. Tim untuk membenahi jalan berlubang di Kota Malang itu pun kadang tidak bisa tertangani dalam hari yang sama.

Untuk itu, Dandung kadang memilih jalan berlubang yang paling sering dilalui pengguna jalan di Kota Malang.

Contohnya dia akan memprioritaskan pembenahan di Jalan Veteran, Gajayana, ataupun Dinoyo.

“Karena itu kerap kali dilalui masyarakat jadi akhirnya kami prioritaskan terlebih dulu,” kata dia.

Dia menambahkan dari laporan jalan berlubang yang masuk kadang juga bukan wewenang DPUPRPKP Kota Malang.

Dia mencontohkan terdapat laporan di Jalan Gatot Subroto Kota Malang berlubang. Jalan Gatot Subroto itu sebenarnya adalah jalan nasional.

Untuk diketahui, ada tiga tipe jalan di Kota Malang. Pertama jalan kota; kedua jalan provinsi; dan ketiga jalan nasional.

“Nah kalau jalan nasional itu sebenarnya bukan wewenang kami tapi karena itu sifatnya urgent akhirnya kami perbaiki,” kata dia.

Untuk perbaikannya sendiri, Dandung mengatakan hanya dilakukan tambal sulam saja. Sifatnya hanya sementara dan hanya diperbaiki di titik jalan yang berlubang saja.

Adapun alasan Dandung melakukan tambal sulam ini dan sifatnya sementara.

“Karena akan ada proyek yang akan dilelang pada tahun 2023 ini. Proyek itu untuk overlay jalan. Atau perbaikan total seluruh ruas jalan. Salah satunya di Jalan Sumbersari dan Jalan Raya Langsep,” kata dia.

Untuk perbaikan jalan berlubang yang dilakukan pada tahun 2023 awal ini berasal dari anggaran insidentil yang disediakan Pemkot Malang.

Untuk anggarannya dia tidak tahu pasti.

Namun untuk biaya satu titik perbaikan jalan berlubang membutuhkan dana sebesar Rp 500 ribu hingga Rp 1 sampai 2 juta.

“Gak sampai Rp 5 juta. Ada yang Rp 500 ribu dan gak sampai Rp 5 juta,” tutupnya.
(bob)

Exit mobile version