KABUPATEN MALANG – Pemerintah Kabupaten Malang akan mendongkrak produktifitas panen lahan pertanian di dataran tinggi pada tahun 2021.
Anggaran sudah diketok di RAPBD (Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Kabupaten Malang 2021, Senin (23/11).
Sekitar Rp 4 miliar lebih dianggarkan untuk program peningkatan produktifitas lahan pertanian di dataran tinggi tersebut dan dialokasikan untuk Dinas Pertanian Kabupaten Malang
Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua DPRD Kabupaten Malang, Shodiqul Amin mengatakan, program tersebut merupakan program pemerintah pusat bernama ‘Upland’.
“Namun memang anggarannya itu mengambil di APBD dulu tahun 2021. Jadi kami menalangi dulu lah terus kalau sudah selesai akan diganti pemerintah pusat,” kata Shodiqul saat ditemui di ruangannya, Senin (23/11).
Shodiqul juga menjelaskan nantinya program ‘Upland’ ini akan menggarap lahan pertanian di perbukitan sejumlah kecamatan seperti Kecamatan Pujon, Ngantang, dan Kasembon.
Contoh dari penggarapan tersebut adalah pengadaan alat modern yang disebut alat mesin pertanian (Alsintan), dan juga sanitasi air di lahan pertanian juga akan disediakan di lahan perbukitan tinggi.
“Apa yang akan digarap untuk meningkatkan produktifitas? Selama ini akan perbukitan itu sanitasinya kurang bahkan ada beberapa yang tidak ada sanitasi air. Nah di perbukitan nanti kami akan bangun sanitasi air. Selain itu mesin pertanian juga akan kami sediakan,” kata ia.
Namun, sayang target peningkatan hasil produktifitas dari program Upland itu masih belum bisa diutarakan Shodiqul.
“Ya pokoknya meningkat (produktifitas) harapan kami ini juga masih akan digelar tahun 2021. Nanti lebih detailnya di Dinas Pertanian,” tuturnya.
Selain pengadaan sarana dan pra-sarana tersebut, Shodiqul menjelaskan program ‘Upland’ juga kan menggelar pelatihan ke sejumlah petani.
Tujuannya untuk memperluas pasar hasil panen pertanian dengan kemampuan bekerjasama dengan pihak swasta.
“Dan kami akan permudah juga layanan akses keuangan dengan kredit yang murah untuk modal petani,” tutupnya.




