Pemkab Banyuwangi Harus Menjamin Investor Agar Mampu Memberikan Keuntungan Untuk Banyuwangi

Aktivis Senior Banyuwangi, Suparmin, SH.

Banyuwangi blok-a.com – Kehadiran investor untuk menginvestasikan di Banyuwangi harus mendapat jaminan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, dengan tujuan agar investor bisa nyaman, dan mampu mengembangkan usahanya serta memberikan keuntungan bagi Banyuwangi, hal tersebut diungkapkan aktivis senior Banyuwangi, Suparmin saat membahas Projects Geologi Gunung Salakan yang dilakukan PT Merdeka Copper Gold Tbk, Kamis (25/8/2022).

“Pemkab Banyuwangi, dalam hal ini bupati selaku kepala daerah harus pro aktif mengawal kelancaran iklim investasi,” kata Suparmin, SH.

Suparmin menjelaskan, PT Merdeka Copper Gold Tbk adalah investor yang mengelola seluruh wilayah pertambangan milik PT Indo Multi Niaga (PT IMN). Yakni pertambangan emas diwilayah Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi.

Sebagai bukti komitmen awal, didirikanlah PT Bumi Suksesindo (PT BSI). Ijin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi dari Bupati Banyuwangi, terbit pada tanggal 9 Juli 2012. Kini, PT Merdeka Copper Gold Tbk, akan melebarkan sayap usaha ke gunung Salakan, di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran.

Sayangnya, ketika perusahaan akan mengembangkan usahanya banyak hambatan. Hambatan-hambatan yang dihadapi ini seharusnya Pemkab turut peduli, dan terkesan tutup mata untuk membantu suksesi pelaku investasi.

“Harusnya kan Pemerintah Daerah Banyuwangi hingga tingkat kecamatan bisa turut aktif membantu pelaku investasi untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat. Tidak adil jika pemerintah daerah hanya menerima pajak serta menuntut hasil dari pelaku investasi,” ungkap Mbah Parmin sapaan akrab Suparmin, SH.

Ketua LSM Konsorsium Demokrasi Blambangan (LSM Kodeba) ini menilai apa yang dilakukan PT Merdeka Copper Gold Tbk terhadap masyarakat dan Pemkab Banyuwangi, sudah cukup baik. Corporate Social Responsibility (CSR) sektor pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastuktur dan pemberdayaan ekonomi masyarakat dari PT BSI juga terus berjalan.

Dalam melaksanakan project geologi gunung Salakan, PT Merdeka Copper Gold Tbk pun mengawali dengan sosialisasi. Meskipun sosialisasi sudah dilakukan sejak era PT IMN dulu.

“Itu kan sudah iktikad baik perusahaan dengan melakukan sosialisasi ulang. Maka sangat aneh jika Pemkab Banyuwangi hanya diam dan seolah mengabaikan,” kata Suparmin yang juga berstatus Lawyer ini.

“Jika sikap Pemkab Banyuwangi terus begini, tidak menutup kemungkinan para pelaku investasi akan takut menanamkan modalnya di Banyuwangi,” imbuhnya.

Sebagai senior pergerakan dia bersaksi bahwa sejak keberadaan PT BSI yang merupakan anak perusahaan PT Merdeka Copper Gold Tbk, telah berimbas kemajuan pesat diwilayah Kecamatan Pesanggaran dan sekitarnya. Bukan hanya membuka lapangan kerja baru. Tapi aliran CSR turut mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Harusnya kan diciptakan hubungan simbiosis mutualisme antara perusahaan, Pemkab Banyuwangi, Forpimda, masyarakat dan stakeholder terkait,” urai Suparmin.

Dengan jalinan hubungan simbiosis mutualisme, lanjutnya, maka setiap informasi tentang perusahaan akan tersampaikan lebih lengkap dan akurat. Yang artinya bisa menjadi penangkal masuknya pengaruh atau provokasi masyarakat dari pihak-pihak tak bertanggung jawab.

Suparmin tak lupa mengingatkan bahwa Presiden Jokowi telah mengintruksikan para pihak untuk melayani, mendukung dan tidak menghambat investor. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pun juga turut memerintahkan kepada jajaran untuk berperan serta memastikan kelancaran investasi. Bahkan dia menegaskan akan menindak tegas anggotanya yang terbukti mengganggu iklim investasi.

“Investasi adalah salah satu program negara kita dalam percepatan pembangunan dan ekonomi,” ungkapnya.

Bicara investasi, Suparmin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk belajar dari negara-negara maju di dunia. Seperti Inggris, Cina dan lainnya. Semua sangat terbuka terhadap investasi. Dan hasilnya, kini mereka menjadi negara maju dengan perekonomian yang kuat. (Gim)

Exit mobile version