Banyuwangi, blok-a.com – Proyek pembangunan jalur lintas selatan (JLS) penghubung antara Kabupaten Banyuwangi dengan Kabupaten Jember, saat ini pengerjaanya masih tersisa sepanjang 14,1 kilometer.
Ruas ini melintasi kawasan hutan KPH Banyuwangi Selatan dan kawasan perkebunan Kendenglembu serta Malangsari milik PTPN 1 Regional 5.
Proses pembebasan lahan telah tuntas, sehingga pemerintah tinggal melaksanakan tahapan teknis sebelum masuk tahap konstruksi tahun 2026 mendatang.
Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono menjelaskan bahwa untuk ruas yang melewati kawasan hutan, saat ini pemerintah masih melakukan pengukuran tapal batas.
“Setelah pengukuran tapal batas selesai, dilanjutkan dengan penggantian tegakan. Selanjutnya baru melakukan pengerjaan kontruksinya. Diharapkan tahun depan sudah bisa dimulai,” ujar Mujiono pada Rabu (27/08/2025).
Sementara untuk jalur yang masuk di kawasan perkebunan, telah lebih dulu dilakukan penetapan lokasi (penlok) oleh Gubernur Jatim. Setelahnya penggantian lahan.
“Namun untuk pergantian tanahnya diambil alih oleh pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian PU,” imbuhnya.
Mujiono berharap, proyek ini bisa segera tuntas, karena diyakini berfungsi sangat vital. Terutama dalam mempermudah aksesibilitas masyarakat di kawasan Banyuwangi selatan.
Pemkab, lanjut Mujiono, akan menghidupkan jalur lama dari Banyuwangi selatan yang langsung terkoneksi ke Jalur Pansela.
“Khusus yang wilayah selatan, pengennya kami misal ada warga dari daerah Kandangan, Sarongan yang hendak ke Jember tidak harus lagi muter ke utara lewat Jajag, karena suadah ada jalur dari selatan. Untuk jalur lama di kawasan kebun akan kami hidupkan dan kembangkan lagi untuk aksesibilitas masyarakat. Sehingga jarak tempuhnya bisa lebih dekat,” tutupnya.(kur/lio)




