Pelayanan RSUD Sumenep Dikeluhkan Warga, Diduga Ada Diskriminasi dan Praktik Jalur Dalam

RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep.
RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep.

Sumenep, blok-a.com – Sejumlah warga Sumenep menyuarakan kekecewaan terhadap pelayanan di RSUD dr. H. Moh. Anwar. Di bawah kepemimpinan Direktur RSUD, Dr. Erliyanti M.Kes, berbagai keluhan kian banyak bermunculan, mulai dari sikap perawat yang dinilai nir empati hingga dugaan diskriminasi terhadap pasien BPJS dan praktik jalur dalam untuk mendapatkan kamar rawat.

Adit, salah satu warga, mengaku kecewa dengan perilaku oknum perawat yang dianggap tidak memperhatikan kebutuhan dasar pasien.

“Beberapa oknum perawat ketika mengantarkan makanan kepada pasien tidak diantar ke dalam, hanya ditaruh di luar dengan muka judes,” ujarnya, Selasa (27/5/2025).

Keluhan serupa datang dari Robet, warga lainnya, yang menyoroti perlakuan berbeda terhadap pasien BPJS dibanding pasien umum.

“Kalau menggunakan BPJS, kurang pelayanan yang baik bahkan obat untuk pasien terputus,” katanya.

Ia menilai, persoalan tersebut bukan sekadar teknis, tetapi menyangkut mentalitas pelayanan yang kian memburuk.

Tak hanya itu, warga juga mengungkap dugaan adanya permainan ‘jalur dalam’ terkait akses kamar rawat. Salah satu warga menyebut pernah membawa pasien dalam kondisi kritis namun ditolak dengan alasan ruangan penuh.

“Pernah membawa pasien yang kritis, tapi oknum dari pihak RSUD mengatakan kalau ruangannya sudah penuh,” jelasnya.

Namun, situasi berubah ketika ia menghubungi seseorang yang memiliki kenalan di dalam rumah sakit.

“Ketika menelpon salah satu orang yang mempunyai kenalan orang dari RSUD, pihak oknum tersebut langsung menawarkan dan bahkan lengkap dengan BPJS-nya,” tambahnya.

Warga mendesak adanya perbaikan menyeluruh di tubuh RSUD dr. H. Moh. Anwar. Sebagai rumah sakit milik publik, layanan yang diberikan seharusnya merata dan adil bagi semua pasien, tanpa memandang status sosial atau jaringan koneksi.

Hingga berita ini ditayangkan, Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar, Dr. Erliyanti M.Kes, belum memberikan tanggapan meskipun telah dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp. (ram/lio)

Exit mobile version