Pasar Lawang Butuh Rp150 Miliar, Pemkab Malang Siapkan Opsi Penguatan Bertahap

Pasar Lawang, Kabupaten Malang (foto: blok- a.com/Putu Ayu)
Pasar Lawang, Kabupaten Malang (foto: blok- a.com/Putu Ayu)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang menyiapkan sejumlah opsi untuk melanjutkan penataan Pasar Lawang. Salah satunya dengan melakukan penguatan dan penyesuaian bangunan secara bertahap, tanpa langsung membongkar seluruh bangunan pasar.

Kepala Bappeda Kabupaten Malang, Tomie Herawanto, mengatakan opsi tersebut disiapkan dengan mempertimbangkan kondisi fisik bangunan yang masih memungkinkan untuk digunakan.

“Yang masih dimungkinkan, kita lakukan penyesuaian penguatan-penguatan dari bangunan sehingga tidak langsung total semua,” kata Tomie, Senin (28/9/2026).

Ia mengungkapkan, Pemkab Malang juga masih membuka kemungkinan pembangunan kembali secara total melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

“Waktu kita difasilitasi oleh Kementerian Keuangan, opsi itu masih memungkinkan KPBU. Tinggal sekarang itu badan usaha untuk yang menjadi pemrakarsa masih kita pembahasan,” ungkapnya.

Tomie menyebut kebutuhan anggaran untuk penataan Pasar Lawang diperkirakan mencapai sekitar Rp150 miliar. Namun, angka tersebut masih dapat menyesuaikan dengan kondisi fisik bangunan di lapangan.

“Sekitar Rp150 miliar. Tapi itu pasti dengan kondisi fisik seperti ini, pasti akan melakukan penyesuaian,” imbuhnya.

Ia menambahkan, hasil kajian kondisi bangunan nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan bagian pasar yang masih dapat dipertahankan maupun yang harus dibongkar.

Pemkab Malang juga melibatkan tim dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk melihat kondisi bangunan tersebut.

“Mana yang, ‘Oh, tidak bisa dipakai lagi,’ ya sudah itu harus dibongkar. Tapi yang masih mungkin, ini dipakai sehingga nanti bisa digunakan oleh masyarakat,” pungkasnya. (yog)

Exit mobile version