Pandemi Bikin ‘Bokek’, Angka Pecandu Narkoba di Kabupaten Malang pun Menurun

Kepala Bnn Kabupaten Malang Saat Merilis Kasus Narkoba Akhir Tahun
Kepala BNN Kabupaten Malang Letkol Laut PM Candra Hermawan Saat Merilis Kasus Narkoba Akhir Tahun - Foto: Bob Bimantara

KABUPATEN MALANG – Jumlah pecandu yang direhabilitasi di Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Malang mengalami penurunan di tahun 2020 ini, jika dibanding tahun 2019 kemarin.

Pada tahun 2020 ini, total 91 orang yang direhabilitasi oleh BNN Kabupaten Malang. Jumlah tersebut lebih kecil dibanding tahun 2019 lalu, yakni sejumlah 101 orang.

“Jadi 91 itu teridiri dari 86 laki-laki dan 5 perempuan. Dan direhabilitasinya untuk tahun 2020 ada 1 pecandu di Pesantren Rakyat Sumberpucung, RSJ Lawang 38 pecandu, HMC (Hayunanto Medical Center) Dau ada 13 pecandu, dan puskesmas Gondanglegi ada 7 pecandu yang direhabilitasi,” tutur Kepala BNN Kabupaten Malang Letkol Laut PM Candra Hermawan saat konferensi pers kaledeiskop akhir tahun 2020 di Kantor BNN Kabupaten Malang, Senin (28/12).

Candra mengaku penurunan jumlah rehabilitasi ini dikarenakan adanya pandemi Covid-19.

“Pengguna juga semakin berkurang karena mungkin terdesak ekonomi yang susah untuk membeli narkotika yang cukup mahal. Makannya yang rehabilitasi di kami juga berkurang,” tuturnya.

Sementara untuk pecandu narkoba pada tahun 2020, kata Candra, didominasi oleh remaja yang masih sekolah.

“Rata-rata masih umur 19-30 (tahun) yang mana ada 49 pecandu. Sementara umur 19 (tahun) ke bawah ada 20 (pecandu) dan 30 (tahun) ke atas ada 22 pecandu,” papar Candra.

Meskipun menurun, kata Candra, jumlah 91 pecandu yang direhabilitasi pada saat ini melampaui target pencapaian BNN pusat. Pada tahun 2020, BNN pusat berharap angka pecandu per daerah hanya di angka 25 orang.

“Targetnya 25 orang itu sudah sejak April – Mei 2020. Terus ada lagi tambahan ya kami terima dan kami rehabilitasi,” tutup Candra.

Exit mobile version