Kota Malang, blok-a.com – Aksi protes paguyuban sopir angkot di Kota Malang mendapatkan keputusan dari Wali Kota Malang untuk menyetujui adanya contraflow.
Namun, ternyata contraflow cukup berbahaya jika dilaksanakan untuk angkutan umum seperti angkot. Dr. Hendi Bowoputro, pakar transportasi sekaligus dosen di Universitas Brawijaya, mengatakan bahwa contraflow hanya diberlakukan untuk ambulan dan truk pemadam kebakaran.
“Yang punya prioritas untuk contraflow itukan ambulan dan truk pemadam kebakaran. Kalau seperti kemarin angkot diperbolehkan melaksanakan contraflow itu berbahaya,” ujarnya pada wartawan blok-a.com, Jumat (24/2/2023).
Selain itu, ia mengatakan bahwa saat ada agenda rapat bersama dengan OPD terkait dan paguyuban sopir angkot, hanya ada satu orang dari paguyuban sopir angkot yang ikut hadir.
“Waktu rapat juga yang datang cuman satu, itu juga dia sendiri yang bilang kalau dia tidak cukup mewakili yang lain,” tutur Hendi.
Hendi juga membeberkan apa saja yang dibahas bersama sopir angkot tersebut, bahwa sopir itu sebenarnya setuju untuk melakukan uji coba satu arah.
“Dia juga bilang sendiri kalau sebenarnya dia setuju dengan uji coba satu arah tapi setelah itu dia bilang nggak tau kalau yang lain bagaimana, kan berarti tidak cukup mewakili,” jelasnya.
Persetujuan Walikota atas permintaan sopir angkot adalah untuk meredam emosi massa pada saat demo, Senin (20/2/2023) lalu. Namun, konsep dan skema untuk contraflow perlu pengkajian yang lama karena tidak bisa sembarang merubah jalur.
“Kemarin itu kan memang Pak Wali meyetujui untuk contraflow, tapi skema yang dimau oleh sopir angkot ini agar tidak membahayakan pengendara lain seperti apa?” tuturnya.
Saat rapat berlangsung, ia mengaku bahwa perwakilan paguyuban juga tidak memberikan solusi yang dimau untuk skema contraflow.
“Dari mereka sendiri juga nggak ada skemanya,” jelasnya.
Saat ditanyai terkait evaluasi adanya satu arah, Hendi mengatakan bahwa ia bersama koleganya berencana untuk melakukan pendataan survey atas uji coba satu arah yang sudah dilakukan sejak Senin (20/2/2023) lalu.
“Sore ini kami akan melakukan pendataan terkait uji coba sistem satu arah,” pungkasnya. (len/bob)




