KOTA BATU – Batu Love Garden berkolaborasi dengan banyak seniman untuk mengisi galeri pameran bunganya. Perkenalkan, Louis Liang. Ia adalah salah satu seniman yang karyanya akan dipajang di Batu Love Garden.
“Saya ini lebih ke seniman mas. Otodidak. Bukan beranjak dari latar belakang perangkai bunga. Saya membuat karya itu berdasarkan apa yang terpikirkan oleh saya,” terang Louis.
Sejak bergabung dengan Batu Love Garden beberapa minggu lalu, Ia mengaku sudah selesai menggarap 3 karya seni rupa. Karya seninya bertemakan “abstrak” dan “kehidupan”.
Awalnya, ia mulai menekuni dunia seni ini tanpa disengaja. Ia memiliki latar belakang sebagai seorang musisi, pengajar musik, wedding singer, dan dekorasi pernikahan. Di Baloga, Ia merasa tertantang karena harus membuat imajinasinya menjadi bentuk visual yang indah dan menawan.
Pengetahuannya tentang bunga juga bisa dibilang cukup baik. Pada tiga karyanya tersebut, Louis mengkombinasikan benda-benda daur ulang dengan bermacam-macam model bunga artificial untuk mengekspresikan ide-idenya.
“Tiap negara di dunia punya ciri khas bunganya sendiri. Tapi di Indonesia, hampir tiap provinsi punya seenggaknya satu bunga langka di dunia,” tuturnya.
Ia juga memberikan nama kepada karya-karyanya. Ada “Ego”, “Benalu”, dan “Kasih Orang Tua”.
“Karya saya berjudul Ego ini yang mencolok adalah warna merahnya, padahal ada banyak rangkaian bunga di sekitarnya. Sama seperti kita sebagai manusia yang kerap mengedepankan emosi tanpa kendali,” tutup Louis.
Ke depan, akan ada banyak lagi karya-karyanya yang patut untuk dinanti. Pengunjung juga dapat melihat langsung nantinya bagaimana Louis dan beberapa seniman lainnya melakukan workshop secara langsung di Batu Love Garden.




