Musim Penghujan Tiba, BPBD Kabupaten Malang Petakan Wilayah Rawan Bencana

Drainase Salah satu titik rawan banjir di Sawojajar, Kota Malang.(Blok-a.com/Mike)
Salah satu titik rawan banjir di Sawojajar, Kota Malang(Blok-a.com/Mike)

 

Kabupaten Malang, blok-a.com – Memasuki musim penghujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mulai memetakan sejumlah wilayah yang berpotensi terjadi bencana hindrometerologi basah.

Dalam hal ini, bencana yang dimaksut yakni banjir, longsor, angin kencang, puting beliung hingga curah hujan ekstrim.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan menyebutkan, bahwa pemetaan wilayah ini dilakukan guna memberikan informasi kepada masyarakat agar mengetahui ancaman bencana yang berpotensi terjadi di wilayahnya saat musim penghujan ini.

Dari data BPBD Kabupaten Malang, bencana hidrometeorologi basah jenis banjir dan banjir bandang berpotensi terjadi di wilayah Kecamatan Punjon, Ngantang, Kasembon, Karangploso.

Kemudian, Kecamatan Singosari, Lawang, Pakis, Poncokusumo, Ampelgading, Tirtoyudo, Dampit, Sumbermanjing Wetan, Gedangan, Kalipare dan Wagir.

“Sedangkan bencana angin kencang berpotensi terjadi di Kecamatan Kepanjen, Sumberpucung, Gondanglegi, Bululawang, Poncokusumo, Tajinan, Jabung, Pakis, Lawang, Singosari, Dau, dan Karangploso,” beber Sadono, Kamis (14/11/2024).

Sementara itu, wilayah yang berpotensi tanah gerak dan longsor, Sadono mengatakan hampir di seluruh kecamatan berpotensi. Termasuk di wilayah barat Kabupaten Malang, pemetaan ini tentunya berkaca dengan peristiwa yang terjadi pada 2023 lalu.

“Wilyah barat, Pujon, Ngantang Kasembon. Kemudian, Karangploso, Dau, Singosari, Lawang, Poncokusumo, Tumpang, Ampelgading, Tirtoyudo, Dampit, Sumbermanjing Wetan, Wagir, Kromengan, Ngajum dan Wonosari,” sambungnya.

Selain memetakan wilayah rawan, BPBD juga melakukan koordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) dan stakeholder terkait sebagai bentuk kesiapsiagaan.

“Kami juga melakukan monitoring berkala di wilayah rawan bencana. Lalu, mensosialisasikan, mengedukasi dan mitigasi terkait upaya pencegahan banjir dan tanah gerak. Juga memastikan ketersediaan sumber daya, baik sdm maupun logistik dan lain sebagainy,” tambah Sadono.

BPBD Kabupaten Malang juga menyiagakan sejumlah alat berat untuk melakukan penanganan jika terjadi bencana hidrometerologi basah. Seperti, Chainsaw, Alkon pompa air, genset, lampu tower, serta masih banyak lainnya.

“Masing-masing kami punya 4, ada juga perahu karet dan tangki air yang masing-masing kami punya tiga serta eksavator kami ada dua,” pungkasnya. (ptu)

Exit mobile version