Musim Hujan Tiba, Pecinta Bunga dan Burung Wajib Waspada Demam Berdarah

Foto: Dinkes Kota Malang

KOTA MALANG – Bubidaya bunga maupun memelihara burung seakan jadi hobi di tengah pandemi. Meskipun begitu ternyata memelihara hewan dan tanaman ini tak boleh sembarangan. Sebab jika salah langkah, bisa menimbulkan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif menghimbau agar masyarakat benar-benar memperhatikan saat memelihara burung dan tanaman terlebih dimasa pandemi covid-19 seperti saat ini.

“Sekarang ini kan juga sudah mulai masuk musim penghujan harus lebih mewaspadai genangan air bersih yang tenang, yang kadang-kadang kelewatan. Untuk yang pelihara hewan kayak burung itu tempat air minumnya diperhatikan,” jelasnya kepada Blok-A, Selasa (17/11).

“Yang lagi sibuk dengan tanaman-tanaman itu, bunga atau daunnya yang bisa menampung air terkadang juga kelewatan, ini juga perlu diperhatikan agar tidak timbul jentik-jentik disekitar lingkungan nya,” tambahnya.

Lanjut Husnul masyarakat juga diminta untuk rutin memeriksa dan mengganti kebutuhan air bersih sehingga tidak terjadi genangan dan tidak menjadi sarang nyamuk penyebab DBD.

Terlebih disaat musim penghujan, pertumbuhan nyamuk Aedes Aegypti akan semakin tinggi. Artinya jika ketahanan tubuh seseorang lemah, bukan tidak mungkin akan mudah terserang wabah tersebut.

Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang telah mencatat hingga bulan September 2020 lalu untuk penderita DBD kurang dari 200 kasus. Angka tersebut terbilang turun drastis jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Alhamdulillah tahun ini kasus DBD di kita tidak sebanyak tahun kemarin di 2019. Sampai bulan September 2020 kemarin kasus kita masih dibawah 200, dan dari jumlah itu alhamdulillah tidak ada yang meninggal dunia,” terangnya.

Husnul menyebut untuk rentan usia dari penderita DBD di Kota Malang ditahun 2020 ini cukup bervariasi. Yakni paling muda 8 tahun hingga 26 tahun.

“Karena sekarang orang sibuk sama covid, terkadang kewaspadaan terhadap DB ini malah berkurang. Tetap kalau DB, masyarakat harus memperhatikan kebersihan di rumah maupun di lingkungan. Terutama terhadap genangan air bersih benar-benar harus diperhatikan agar tidak menimbulkan jentik yang mengakibatkan prnyakit DB,” tandasnya.

Exit mobile version