KOTA BATU – Musim kemarau berpotensi memicu kasus kebakaran, baik di alam maupun di dalam kota. Supaya pencegahan dan penanganan kebakaran lebih cepat dan tepat, Dinas Pemadam Kebakaran (DPK) Kota Batu membentuk relawan di setiap desa dan kelurahan.
Kepala DPK Kota Batu, Himpun mengatakan nantinya setiap desa dan kelurahan minimal akan memiliki lima relawan. Para relawan akan diberikan wawasan dan pelatihan mandiri oleh DPK.
Termasuk akan mendapatkan pengetahuan soal teknik pemadaman api. Dengan harapan, nantinya relawan ini bisa membagikan pengalamannya ke masyarakat.
“Akan kami latih relawan ini secara mandiri agar memiliki pengetahuan tentang pencegahan, pemetaan dan pemadaman kebakaran. Kami ingin mereka ini bisa bertindak lebih awal ketika petugas belum tiba di lokasi. Sehingga bisa meminimalisir kerusakan,” jelas Himpun, Selasa (15/9).
Lebih lanjut Himpun mengatakan pembentukan relawan ini juga sebagai solusi lantaran selama ini personel di DPK masih minim. Selama ini DPK hanya memiliki 3 regu yang bertugas secara bergantian setiap 24 jam.
“Idealnya harus ada 15 personel ditiap regunya dengan tugas dan fungsi sendiri-sendiri. Namun saat ini masih ada 8 personel dalam satu regu,” tambahnya.
Disisi lain, DPK Kota Batu juga kekurangan alat pelindung diri (APD) seperti baju tahan api. Sehingga Himpun juga khawatir terhadap personelnya terlebih ketika Kota Batu terjadi kebakaran hebat.
“Tidak mungkin kan kita keluarkan personel tanpa APD yang lengkap. Risikonya terlalu tinggi. Kami juga terus berupaya agar kelengkapan APD bisa segera terpenuhi,” kata Himpun.
Mantan Kepala Dinas PUPR ini juga menjelaskan saat ini pembangunan Kota Batu sangat pesat. Sehingga bisa memunculkan potensi kawasan kebakaran di titik-titik tertentu. Bahkan DPK saat ini juga terus melakukan pematangan skill dan memaksimalkan alat pemadam sederhana yang ada.
“Fungsinya untuk mengenali dan menjaga petugas sendiri ketika bertugas memadamkan kebakaran. Selain itu kami juga menentukan media yang cocok untuk memadamkan api dan menentukan teknik strategi upaya pemadaman serta sistem memadamkan,” pungkasnya.




