Meski Ada Vaksin, IDI Malang Raya Minta Masyarakat Tetap Waspada

Ilustrasi Vaksin
Ilustrasi Vaksin - Foto: ig @jokowi

KOTA MALANG – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Malang Raya meminta masyarakat tidak lengah karena proses vaksinasi Covid-19 dimulai. Kendati vaksinasi membawa angin segar, vaksinasi tidak berarti persoalan pandemi serta-merta usai.

Ketua IDI Malang Raya, Djoko Heri menghimbau masyarakat Malang tetap waspada akan bahaya Covid-19. Sikap waspada itu bisa diwujudkan melalui penerapan protokol kesehatan secata ketat. Selain itu, orang yang pernah divaksin masih tetap berpeluang terpapar Covid-19.

“Vaksin ini kan untuk penggunaan darurat. Orang-orang tetap harus taat melaksanakan protokol kesehatan,” ujar Djoko.

Lebih lanjut, Djoko menerangkan bahwa efikasi vaksin Sinovac yang beredar belum ideal. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) merilis efikasi vaksin Sinovac sebesar 65,3 persen. Menurut Djoko, efikasi vaksin yang ideal menurut medis mencapai angka 95 persen.

Djoko menjelaskan, World Health Organization (WHO) menetapkan ambang batas minimal vaksin dalam keadaan darurat mesti di atas 50 persen. Karenanya, vaksin Sinovac diijinkan beredar di Indonesa.

“Efikasi vaksin yang paling baik menurut medis mencapai 95 persen. Sinovac tetap bisa dipakai untuk keadaan darurat,” kata Djoko.

Djoko juga mengungkapkan bahwa orang yang divaksin tetap bisa terpapar. Untuk itu, ia menganjurkan masyarakat agar tetap mematuhi pelaksanaan protokol kesehatan.

Begitu pula dengan penyintas Covid-19. Djoko menyebut penyintas Covid-19 juga masih berpeluang terpapar jika kekebalan tubuhnya tidak memadai. Karenanya, lanjut Djoko, kewaspaadan merupakan langkah yang bijak untuk mengendalikan persebaran Covid-19.

Exit mobile version