KOTA BATU – Dari sekian banyak alat musik tradisional di Museuk Musik Dunia Jatim Park 3, ada satu yang cukup unik. Yakni alat musik Ghuzeng dari China.
Guzheng alias kecapi China merupakan alat musik tradisional khas China yang paling populer selama berabad-abad. Guzheng mempunyai bentuk seperti kotak yang cembung, terbuat dari kayu sebagai kotak penghasil suara, dan di atasnya ada 21 senar yang dipasang.
Si Maqian, seorang ahli sejarah dinasti Han mengatakan, sebelum era dinasti Qin, Guzheng sudah menjadi alat musik populer yang digunakan untuk mengiringi lagu tradisional. Guzheng pada awalnya hanya terdiri dari 5 helai senar.
Di tengah-tengah Guzheng, ditempatkan sebuah pengganjal yang dapat digeser untuk menaikan atau menurunkan frekuensi nada. Senar-senar tersebut disetel dengan nada pentatonis China yang terdiri dari nada: do, re, mi, sol dan la.
Pada era dinasti Qin dan Han, jumlah senar Ghuzeng bertambah menjadi 12 buah. Di era dinasti Ming dan Qing, jumlah senarnya bertambah lagi menjadi 14 hingga 16 helai. Kemudian, barulah standar senar Guzheng modern yang digunakan sejak tahun 1970 hingga saat ini menjadi 21 helai senar.
Guzheng merupakan alat musik petik. Jari-jari untuk memetik senarnya menggunakan alat bantu berupa kuku palsu yang terbuat dari tempurung kura-kura atau plastik. Tangan kanan digunakan untuk melodi, sedangkan tangan kiri digunakan untuk chord.
Alat musik tradisional Ghuzeng ini dapat Anda temukan di lantai satu Museum Musik Dunia di Jatim Park 3. Jika Anda bisa memainkannya, jangan sungkan untuk minta izin petugas yang berjaga ya!
Selain alat musik tradisional Ghuzeng dari China, Anda juga bisa menemukan beberapa alat lainnya seperti alat musik Yangqin, Biwang, Hurdy Gurdy, dan beragam alat musik tradisional unik lainnya di Museum Musik Dunia. Tertarik untuk segera melihatnya?




