Kota Malang, Blok-a.com – Peringati 40 hari tragedi Kanjuruhan, Jurnalis Malang Raya (JMR) gelar aksi merawat ingatan dengan membentangkan banner 36,5 meter di dua lokasi strategis Kota Malang, Kamis (10/11/2022).
Lokasi strategis tersebut, yakni Balaikota Malang dan Stadion Kanjuruhan. Aksi tersebut sebagai bentuk pengingat tragedi Kanjuruhan yang telah merampas 135 nyawa pada 1 Oktober silam.
Koordinator aksi, Fajar Agastya mengungkapkan aksi yang dilakukan oleh JMR ini sebagai bentuk duka cita yang mendalam, serta agar masyarakat mengetahui tragedi Kanjuruhan dari sudut pandang awak media.
“Aksi ini bertujuan untuk merawat ingatan kita tentang tragedi kemanusiaan yang sangat memilukan ini, agar masyarakat juga melihat bagaimana Tragedi Kanjuruhan terjadi dari sudut pandang media,” ujarnya.
Banner di dua lokasi tersebut sudah terpasang sejak Rabu (9/11) pukul 23.45 dini hari, pemasangan tersebut juga dibantu oleh sejumlah Aremania.
Aga panggilan akrabnya, mengatakan aksi yang dilakukan JMR ini murni inisiatif dari masing masing pribadi wartawan lintas media se-Malang Raya.
Penyusunan foto pun dilakukan secara rinci dengan pemilihan yang cukup detail, mulai dari awal mula tragedi Kanjuruhan hingga proses autopsi. Semua terpasang rapi pada media banner berukuran 35,7 meter tersebut.
“Jadi mulai tragedi terjadi, kemudian kondisi korban, aksi teman-teman Aremania turun jalan, hingga proses autopsi, semua terpampang di banner ini,” ungkapnya.
Menurut penjelasan Aga, untuk mengumpulkan foto sebanyak 50 hingga mencetaknya menjadi banner, JMR memerlukan waktu setidaknya satu pekan.
Melalui aksi ini, Aga berharap usut tuntas tetap menjadi prioritas. Aga dengan tegas mengatakan JMR akan terus memberikan dukungan penuh untuk usut tuntas, demi mencari keadilan bagi seluruh korban tragedi Kanjuruhan.
Lebih lanjut, JMR berencana akan melanjutkan aksi dengan membuat film dokumenter serta pameran karya foto foto dari jurnalis untuk mengenang tragedi Kanjuruhan.
“Ke depan kami ingin melanjutkan aksi dengan berbagai media. Teman-teman wartawan televisi juga berencana membuat film dokumenter, lalu jadi buku dari kumpulan narasi berita rekan-rekan media cetak maupun online. Begitu juga pameran karya foto jurnalistik dari rekan-rekan fotografer,” pungkasnya.
(ptu)
Merawat Ingatan, JMR Bentangkan Banner 37,5 Meter Kumpulan Foto Tragedi Kanjuruhan




