Melintas di Jam Sibuk, Truk Sampah DLH Kota Blitar Dikeluhkan Warga

Truk sampah yang melintas saat jam sekolah di Jalan Mojopahit. (blok-a.com/Fajar)
Truk sampah yang melintas saat jam sekolah di Jalan Mojopahit. (blok-a.com/Fajar)

Blitar, blok-a.com – Masyarakat di sekitar Jalan Mojopahit, Lingkungan Bendil, Kelurahan Sananwetan dan Lingkungan Ngrebo Kelurahan Gedog, mengeluhkan aktivitas lalu lintas truk sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Blitar pada jam-jam sibuk pagi yang dianggap mengganggu ketertiban dan kenyamanan.

Warga setempat mengungkapkan bahwa truk pengangkut sampah beroperasi dari dini hari hingga pagi, membawa bau menyengat dan volume kendaraan yang tinggi.

Hal ini sering menyebabkan kemacetan, terutama antara pukul 06.00 hingga 07.00 WIB, ketika anak-anak sekolah diantar jemput.

“Setiap pagi kami harus menghadapi bau busuk dan kemacetan akibat truk-truk itu. Saya sudah menyampaikan keluhan ini sejak lama, namun tidak ada tindak lanjut dari pihak dinas,” kata Suharmani, tokoh masyarakat Lingkungan Bendil.

Suharmani, yang juga merupakan mantan Kapolsek Sananwetan, menambahkan, bahwa ia bersama beberapa Ketua RW telah menyampaikan aspirasi warga dalam rapat dengan pihak terkait. Namun, hingga saat ini, belum ada perubahan signifikan yang terlihat.

“RW 4, 5, dan 6 sudah sepakat meminta solusi. Jika tidak bisa dihentikan total, minimal truk-truk itu tidak lewat saat jam sibuk sekolah. Apakah sulit sekali mengatur waktu operasional?,” tandasnya.

Keresahan masyarakat ini juga mendapat dukungan dari Nugroho, seorang aktivis lingkungan asal Sananwetan yang merupakan alumnus Universitas Brawijaya Malang. Ia menyoroti kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kota Blitar yang dinilai sudah melebihi kapasitas.

“TPA sudah overload. Bau sampah tercium sampai pemukiman warga, bahkan cairan anti-bau kabarnya sudah tidak dianggarkan lagi. Ini jelas mencemari lingkungan. Pemerintah harus bertindak tegas. DLH jangan hanya diam,” tegas Nugroho.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kota Blitar, Yudi Meira menyatakan, akan segera turun tangan untuk menuntaskan polemik ini.

“Jika benar terjadi gangguan dan keresahan warga, kami akan melakukan inspeksi mendadak ke lapangan. Kita harus cek langsung kondisi di sana,” kata Yudi Meira.

Menanggapi keluhan ini, Kepala DLH Kota Blitar, Jajuk Indihartati memastikan bahwa pihaknya telah melakukan evaluasi dan akan melakukan pengaturan ulang jadwal operasional truk.

“Kami akan mengatur ulang rotasi truk angkut sampah dari Tempat Penampungan Sementara (TPS) ke TPA untuk mengurangi dampak yang dirasakan masyarakat,” tandas Jajuk Indihartati.

Masyarakat berharap tidak ada lagi truk sampah yang melintas saat jam sekolah, demi kenyamanan dan keselamatan semua.

Dengan langkah ini, diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih nyaman bagi warga serta mengurangi gangguan selama jam-jam sibuk. (jar/lio)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com