Kota Malang, blok-a.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Malang sediakan 6 armada bus untuk antar siswa ke sekolah, Kamis (1/12/2022).
Saat itu, tim blok-a.com sedang menyusuri Jalan Ijen sekitar pukul 06.30 WIB dan melihat sebuah bus sekolah yang sudah kosong.
Ketika dihampiri, bus tersebut berhenti dan wartawan blok-a berhasil mewawancarai sopir bus tersebut yang bernama Nanang.
Nanang (40) mengaku sudah sejak 2015 dirinya mengantar anak-anak menuju sekolah masing-masing menggunakan fasilitas dari pemerintah ini.
“Saya sudah sejak 2015 sampai sekarang, berarti sekitar 7 tahun,” ujarnya saat ditemui wartawan Blok-a.com, Senin (28/11/2022).
Nanang melanjutkan bahwa Bus Halokes sempat berhenti beroperasi karena saat pandemi berlangsung, sekolah dilakukan secara daring.
“Iya ini baru mulai beroperasi lagi sekitar satu tahun setengah,” tutur Nanang.
Untuk rute bus yang dikendarai Nanang (40) yaitu mulai dari PLN Gadang – Jl. Raya Tlogowaru – Gadang – Mergosono – Comboran – Sawahan – Kasin – Talun – Jl. Kawi – Jl. Arjuno – Jl. Semeru – Jl. Kahuripan – Finish: SMA Negeri 4 Malang.
“Kita ada 6 Bus Halokes yang beroperasi mba, ada bus A sampai F. Nah untuk saya ini bus E, jadi startnya dari Gadang,” ujarnya.
Nanang menegaskan juga bahwa Bus Halokes ini gratis untuk seluruh siswa. Dengan fasilitas yang nyaman, seperti AC, tempat duduk yang empuk, siswa jadi senang menaiki bus ini.
“Aku lebih senang naik bus karena ada AC nya, kalau naik angkot (angkutan kota), suka pusing soalnya ugal-ugalan juga,” ujar Assyifa (12), salah satu siswa yang naik Bus Halokes pada wartawan blok-a.com, Kamis (1/12/2022).
Antusias siswa terlihat sangat tinggi ketika menaiki bus sekolah ini. Nanang juga mengatakan bahwa jika tidak dalam waktu ujian, biasanya bus sangat penuh bahkan banyak siswa yang berdiri karena tidak kebagian kursi.
“Biasanya kalau nggak masa ujian gini penuh mbak, sampai ada yang berdiri sekitar 5-7 orang,” tutur Nanang.
Para sopir mengantar siswa menyesuaikan jam. Mereka mulai berangkat pukul 06.00 WIB. Nanang sendiri mengatakan bahwa ia memiliki toleransi keterlambatan siswa yang ingin naik sekitar 5-7 menit dari waktu yang ditentukan.
Bus Halokes dijadwalkan sampai di tujuan atau finish route yaitu pukul 06.45 WIB. Ketika sudah sampai di finish route, para sopir memarkirkan bus tersebut dan akan kembali digunakan saat waktu penjemputan dengan rute yang berkebalikan.
Dari pantauan blok-a.com, Nanang beberapa kali berhenti untuk menaikkan penumpang ke dalam Bus.
“Kalau ini namanya Halte bayangan, jadi kita sosialisasi ke siswa untuk menunggu bus di halte bayangan,” ujar Nanang.
Sembari menyetir, ia mengatakan bahwa jika ada siswa yang baru pertama kali naik Bus Halokes itu, ia akan menawarkan tumpangan dan memberikan sosialisasi kepada para siswa.
“Biasanya itu ada siswa yang jalan, nanti saya tawari tumpangan dan beri sosialisasi kalau mau naik bus lagi ada halte-haltenya,” tutur Nanang.
Kemudian, beberapa menit setelah mengatakan hal tersebut, di bawah fly over Kota Lama, Nanang mengklakson 3 orang siswa yang sedang berjalan menuju sekolahnya.
Ia menawarkan tumpangan pada para siswa tersebut. Kemudian setelah ditawari mereka mengiyakan dan mulai menaiki Bus Halokes.
Nanang, sebagai sopir yang sudah 7 tahun mengendarai bus tersebut, sudah hafal dengan seragam para siswanya berasal dari sekolah mana saja.
Ketiga siswa tersebut turun di pasar comboran bersama rombongan siswa lainnya dari dalam bus.
“Daripada dia jalan jauh, mending saya antar sekalian naik bus, kasihan,” ujar Nanang. (mg1/bob)




