Massa Aksi Korban Demo Tolak UU TNI di Malang Jalani Operasi Rahang

RSSA Malang (Satria Akbar Sigit/blok-a)

Kota Malang, blok-a.com – Seorang massa aksi yang menjadi korban dalam aksi unjuk rasa menolak Undang-Undang TNI di Kota Malang masih menjalani perawatan medis. Pasien yang diketahui bernama Naufal Aulia Helmi Taqiyuddin dijadwalkan menjalani operasi rahang pada Selasa (25/3/2025).

Sub Koordinator Hukum, Humas, dan Ketertiban RSUD Saiful Anwar (RSSA) Malang, Dony Iryan Vebry Prasetyo, membenarkan bahwa satu korban aksi demo masih dirawat di rumah sakit.

“Iya benar, hari ini akan dilakukan operasi (pada pasien aksi demo, red),” ujar Dony.

Naufal Aulia Helmi Taqiyuddin, yang akrab disapa Rembo, sebelumnya viral di media sosial karena mengalami luka parah di bagian mulut dengan gigi patah dan darah yang keluar cukup banyak. Dony menegaskan bahwa operasi yang dilakukan bukan operasi besar dan hanya difokuskan pada bagian rahang.

“Ada cedera di bagian rahang. Operasinya juga bukan operasi besar,” katanya.

Sementara itu, akun Instagram @kamisanmlg membuka donasi untuk membantu biaya pemulihan Naufal. Dalam unggahan story mereka, disebutkan bahwa korban mengalami patah rahang, retak tengkorak, serta gigi yang patah dan hancur akibat dugaan tindakan represif aparat saat aksi.

“Rembo saat ini sedang dirawat di RS Saiful Anwar Malang dan akan melanjutkan tindakan operasi. Untuk teman-teman yang ingin bersolidaritas menyisihkan rezekinya untuk membantu meringankan beban biaya operasi Rembo,” tulis akun tersebut.

Donasi yang dikumpulkan nantinya akan digunakan untuk biaya pemulihan korban. Pihak penggalangan dana juga berjanji akan memberikan laporan secara transparan mengenai hasil donasi yang diterima.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, aksi demontrasi yang terjadi di depan Halaman DPRD Kota Malang berakhir ricuh. Akibat insiden itu, baik pihak aparat dari Kepolisian dan TNI maupun massa aksi mengalami luka-luka. (yog)

Exit mobile version