MALANG – Lantunan indah Asmaul Husna atau 99 nama-nama baik yang dimiliki Allah SWT mengalun indah di Gedung DPRD Kota Malang. Asmaul Husna dan ayat suci Al-Qur’an itu dilantunkan para polwan dari Polresta Malang Kota demi meredam aksi demo. Tujuan utamanya agar mereka tetap tenang.
Saat mengalunkan asmaul husna, para Polwan memakai baju polisi dengan berpadu kerudung putih.
Sayang, lantunan damai ini tak mampu menenangkan pendemo. Pendemo berbaju hitam-hitam justru makin ricuh dan beringas. “Tugas Mu Mengayomi, Pak Polisi, Jangan Ikut Kompetisi,” kata itu justru digemakan pendemo menanggapi aksi damai dari polisi
Tak begitu lama, aksi justru pecah. Lemparan batu ke arah gedung DPRD Kota Malang makin intens terjadi. Polisi bahkan harus menggerakkan watet cannon, barracuda dan tim Brimob.
Sebenarnya aksi ini sudah dilarang sejak awal. “Aksi ini, baik dari buruh ataupun mahasiswa sebenarnya dilarang, sudah ada telegram dari Kapolri,” tukas Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata kemarin.




