Blitar, Blok-a.com – Letda Mohammad Bintang Revolusi, F.D., S.Tr. Han, perwira muda yang pernah dinobatkan sebagai Taruna Terbaik Pendidikan Dasar Infanteri tahun 202. Kini tampil memimpin yel-yel dalam prosesi pembaretan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) tahun 2026.
Deburan ombak Pantai Permisan, Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, menjadi saksi perjalanan panjang dan dedikasi tinggi Perwira muda asal Kota Blitar, Jawa Timur tersebut.
Prosesi pembaretan sendiri merupakan momen sakral yang menandai peralihan status sekaligus pemberian legitimasi kehormatan. Bagi para prajurit yang telah berhasil menempuh serangkaian ujian ketahanan fisik, kekuatan mental, kecerdasan taktis, serta kesetiaan yang tak tergoyahkan.
Bintang Revolusi lahir di Blitar pada 7 Juni 2001, Bintang tumbuh dalam lingkungan keluarga yang senantiasa menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan makna pengabdian.
Ia adalah putra dari Mohammad Trijanto, S.H., M.M., M.H., Direktur Revolutionary Law Firm Kota Blitar, seorang advokat dan aktivis hukum yang dikenal konsisten memperjuangkan keadilan.
Sementara sang ibu, Novi Nurhayati, S.P., M.M., merupakan Aparatur Sipil Negara di Dinas Sosial Kabupaten Blitar yang mengabdikan diri di bidang pelayanan kemanusiaan.
Menurut keterangan ayah kandungnya, Mohammad Trijanto, keberhasilan yang diraih putranya saat ini tidak diperoleh dengan cara instan, melainkan merupakan hasil dari pola pendidikan yang mengedepankan makna hidup dan proses pembentukan karakter.
“Saya tidak pernah mendidik anak-anak saya hanya untuk menjadi sukses. Saya mendidik mereka agar hidupnya bermakna, berguna bagi bangsa, dan mampu meninggalkan jejak kebaikan,” kata Mohammad Trijanto saat ditemui di kediamannya, Rabu (29/4/2026).
Trijanto menegaskan, keteguhan hati untuk memilih jalan yang penuh tantangan menjadi kunci utama dari setiap pencapaian yang diraih.
“Sejarah tidak pernah mencatat mereka yang memilih jalan nyaman. Sejarah ditulis oleh mereka yang berani bertahan di jalan sulit,” tegasnya.
Jejak Pendidikan dan Prestasi
Perjalanan pendidikan Bintang menunjukkan konsistensi yang mengesankan. Ia mengenyam pendidikan dasar di SD Bendogerit 1 Kota Blitar. Kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Kota Blitar, sebelum diterima di SMA Taruna Nusantara Magelang. Seperti diketahui, SMA Taruna Nusantara merupakan lembaga pendidikan yang melahirkan banyak kader pemimpin bangsa.
Langkahnya semakin mantap saat ia masuk ke Akademi Militer Magelang. Bintang dikenal memiliki kemampuan intelektual yang baik, khususnya dalam bidang teknologi komputer, dan kerap meraih prestasi di berbagai ajang kompetisi.
Ia juga aktif dalam berbagai kegiatan organisasi strategis seperti Macan Tidar, Poltar, dan Bendera. Tak hanya itu, Bintang juga dipercaya memegang jabatan-jabatan penting di lingkungan akademi, salah satunya sebagai Kepala Seksi Operasi dan Kepala Tata Usaha. Jabatan ini hanya diamanahkan kepada taruna dengan kualitas kepemimpinan dan tanggung jawab yang teruji.
Puncak prestasinya terjadi pada tahun 2024, ketika ia menyandang gelar Taruna Terbaik Pendidikan Dasar Infanteri sekaligus meraih penghargaan Tanggon Kosala Perak.
Kemampuan memimpin yel-yel yang ditunjukkannya saat ini bukanlah kemampuan yang baru muncul, melainkan telah terasah sejak masa pendidikan. Dalam dunia militer, memimpin yel-yel bukan sekadar memandu teriakan semangat. Melainkan, membutuhkan penguasaan emosi, ketegasan komando, karisma kepemimpinan, serta kemampuan untuk membangkitkan semangat juang.
Kualitas tersebut membuatnya dipercaya untuk memimpin berbagai momen penting. Termasuk saat penyambutan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, di Akademi Militer Magelang pada tahun 2025 yang dihadiri oleh Presiden RI Prabowo Subianto.
Semangat pengabdian dan budaya berprestasi dalam keluarga ini juga terlihat pada sosok adiknya, Galang Satria Dijagad. Saat ini Galang tengah melanjutkan jejak pendidikan sang kakak di SMA Taruna Nusantara.
Ia juga telah menorehkan prestasi membanggakan sebagai atlet pencak silat berprestasi, peraih medali penelitian remaja tingkat nasional, hingga penerima penghargaan dalam ajang penelitian internasional.
Pencapaian Bintang menjadi cerminan bahwa generasi muda Indonesia masih memiliki semangat juang yang tinggi,dan visi yang jelas. Serta, kesediaan untuk mengabdi demi kepentingan bangsa dan negara.
“Hidup hanya sekali. Jangan sekadar hidup. Jadilah berarti, berkontribusi, dan tinggalkan jejak yang dikenang sejarah,” demikian pesan yang senantiasa dipegang teguh keluarga ini. (jar/ova)




