Ledakan Teror di Turki Renggut Enam Nyawa

blok-a.com — Enam orang tewas akibat sebuah ledakan di Taksim, Istanbul, Turki pada Minggu (13/11/2022) lalu.

Ledakan itu terjadi sekitar pukul 16.13 waktu setempat di Istiqlal, di mana itu adalah salah satu jalanan yang menjadi pusat niaga populer di kalangan wisatawan.

Presiden Turi, Recep Tayyip Erdogan, menduga bahwa ledakan yang terjadi adalah perbuatan teror. Ia menyatakan bahwa setidaknya ada enam korban tewas dan ada 53 lainnya yang terluka.

“Mungkin ini salah jika kami mengatakan dengan pasti bahwa ini adalah teror, tetapi berdasarkan penyelidikan sementara dan intelijen awal dari gubernur saya yang menyatakan ini ada semacam aksi terorisme,” ujar Erdogan.

Berdasarkan informasi awal, katanya, ada kecurigaan pelaku adalah seorang perempuan. Sejauh ini belum ada pihak atau kelompok milisi yang menyatakan bertanggung jawab atas ledakan di Istiqlal itu.

Meskipun demikian, lokasi itu beberapa kali menjadi target serangan kelompok milisi dari mulai kelompok separatis Kurdi dan kelompok lainnya pada kurun waktu 2015-2016.

Salah seorang saksi mata ledakan, Cemal Denizci kepada AFP mengatakan, “Saya berada sekitar 50-55 meter jauhnya, tiba-tiba ada suara ledakan. Saya melihat tiga atau empat orang [tergeletak] di tanah.”

“Orang-orang berlarian karena panik. Suaranya sangat keras. Ada asap hitam,” imbuhnya.
Sementara itu, beberapa jam usai ledakan, sejumlah toko dan kedai di Istiklal itu tetap dibuka oleh pemiliknya. Mereka menyebutnya itu sebagai tanda tak takut.

“Kami tidak takut, kami mendengar ledakan tetapi kami tetap buka sepanjang polisi tidak datang dan meminta kami tutup,” kata  Mustafa Guler, seorang manajer restoran di sana.

Pengawas media Turkiye memberlakukan larangan sementara untuk melaporkan ledakan, sebuah aturan yang mencegah penyiar menampilkan video saat ledakan atau setelahnya.

Dewan Tertinggi Radio dan Televisi negara itu telah memberlakukan larangan serupa di masa lalu, menyusul serangan dan kecelakaan.

Gubernur Istanbul Ali Yerlikaya dalam kicauannya melaporkan jumlah korban tewas dan mengatakan mereka yang terluka sedang dirawat.

Exit mobile version