Kota Malang, blok-A.com – Warga Kota Malang di Jalan Bayam Dalam, Bumiayu, Kedungkandang, mengeluhkan matinya air dari PDAM Kota Malang yang menghambat aktivitas warga disana.
Sekitar pukul 05.00 WIB, rupanya air sudah mati hingga pukul 10.00 WIB. Warga disanapun kebingungan untuk melakukan aktivitas mandi, cucian dan lain lain.
Ketua RT.04, Harsono (45) menjelaskan bahwa air sudah mati dari 3-4 hari yang lalu. Ia menuturkan kejadian seperti ini sudah tering terjadi sekitar 3 bulanan. Namun dengan alasan yang sama, PDAM memberikan keterangan bahwa sedang adanya perbaikan.
“Matinya dari jam 05.00 WIB – 10.00 WIB. Sekarang sudah hidup, tapi masih ada yang netes-netes atau tidak lancar. Katanya PDAM sih ada perbaikan. Jadi ada jam-jamnya mas matinya,” ucapnya pada Jum’at (19/08/2022).
Harsono mengeluhkan atas kejadian matinya air tersebut. Pasalnya, sebulan ia harus merogoh kocek sebesar ratusan ribu untuk membayar PDAM. Bahkan, ketika air mati pun, warga rela untuk numpang mandi di tetangga yang memiliki sumur.
“Saya bayar Rp 120 ribu mas perbulan, merasa dirugikan ini soalnya kan warga butuh air untuk mandi kalo siang. Bahkan warga saya juga ada yang numpang mandi di sumur tetangga,” imbuhnya.
Harsono berharap bahwa pelayanan PDAM lebih dimaksimalkan. Karena, warga bayam selalu bayar tepat waktu dan butuh fasilitas air untuk beraktivitas.
“Semoga pelayanannya ditingkatkan mas, jika ada yang bocor, mohon segera diperbaiki Karena ini sebagian ada yang ngalir dan tidak. Jika datarannya tinggi, itu bisa netes saja,” ucapnya.
Terpisah salah satu warga, Sholeh (52) juga merasakan hal serupa. Ia merasakan dampak dari PDAM yang selalu mati dan hidup tiap harinya.
“Udah 3- 4 hari mati mas, biasanya kalo mati itu siang ke sore. Malam jam 9 baru nyala,” ujarnya.
Sholeh juga merasa terganggu jika air PDAM di tempatnya selalu mati. Bahkan ia sudah biasa untuk mandi dikali jikalau air mati.
“Terganggu mas, soalnya buat mandi, cucian, dan lain lain. Tadi pas saya mau ambil wudhu jum’atan mati, tapi ini sekarang sudah nyala,” ucapnya.
“Saya malah pake dua, PDAM sama HIPAM. Buat jaga jaga, ya bisa mati dua duanya mas kadang kadang. Semoga bisa ga macet macet lagi lah, soalnya kan warga berkegiatan disini,” tutup Sholeh.
(mg1/bob)




