KABUPATEN MALANG – Pada tahun 2020 tercatat Kabupaten Malang tidak pernah mengalami bencana kekeringan. Padahal di tahun sebelumnya, yakni 2019 terjadi kekeringan yang tercatat paling besar. Setidaknya 19 desa mengalami bencana kekeringan.
Hal itu disampaikan Kepala Bidang Kedaruratan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Sadono.
“2019 kemarin kami paling banyak kekeringan sepanjang sejarah. Karena ada 19 titik desa yang kekeringan yang mana biasanya itu setiap tahun sekitar 15 desa saja. Namun 2020 tidak ada sama sekali,” kata Dono.
Dono mengungkapkan pada tahun 2020 tidak ada bencana kekeringan karena pada tahun 2020 lalu terdapat fenomena La Nina.
Fenomena La Nina sendiri menyebabkan hujan di Kabupaten Malang berintensitas tinggi dan datangnya lebih awal dari tahun-tahun biasanya. Jika biasanya musim hujan terjadi pada bulan Oktober, pada Agustus 2020 sudah terdapat tetesan air hujan di sejumlah daerah Kabupaten Malang.
“Biasanya itu kan hujan dimulai Oktober. Tapi karena La Nina kemarin 2020 itu Agustus di daerah pesisir yang berpotensi kekeringan sudah hujan dan bencana kekeringan pun tidak terjadi ,” kata Dono.
Meskipun tidak ada bencana kekeringan, dampak lain pun terjadi. Seperti banjir dan longsor yang terjadi secara bergantian sepanjang tahun 2020.
“Tapi tetap ada Banjir dan Longsor hasilnya mendominasi bencana pada tahun 2020. Karena kan musim hujan yang cukup panjang,” tutup ia.




