Kota Malang, Blok-A.com – Penyebab kursi di kawasan pedestrian Kayutangan Heritage di Kota Malang kemungkinan besar dirusak oleh seseorang yang tidak bertanggung jawab, Rabu (13/07/2022).
Penyedia becak keliling di lokasi kejadian mengatakan bahwa bangku yang hilang tersebut sudah hilang dari tiga hari yang lalu.
“Paling malam-malam pas sepi, Kan itu tandem harus di congkel buat ngambil kan. Sudah tiga hari itu hilang,” tuturnya.
Hal tersebut diyakinkan oleh Kepala DLH Kota Malang, Wahyu Setianto. Dia menuturkan bahwa dugaannya benar kursi tersebut dirusak dan diambil oleh orang lain.
“Pemasangan Kursi tanam dengan metode sekrup adalah proyek PUPR Kota Malang Jawa Timur,” ujar Wahyu.
Dia pun khawatir dengan metode tersebut kursi akan mudah lepas seperti saat ini.
“Saya mengkhawatirkan sekali dengan metode tersebut, karena rawan lepas dan mudah untuk diambil orang,” ucapnya.
Wahyu akan segera mengusulkan kepada PAK 2022 sekitar bulan agustus. Nantinya usulan tersebut akan mengganti bangku yang hilang dan rusak.
“Saya usulkan terlebih dahulu ke P-APBD 2022, tapi proses ini tidak bisa cepat, karena sekarang tidak ada anggarannya. Kemungkinan kalo ada stok, ya bisa kami ganti secepatnya,” tuturnya. (mg1/bob)




